AS hukum 17 orang yang terlibat dalam pembunuhan wartawan Khasoggi

id Jamal Khashoggi

AS hukum 17 orang yang terlibat dalam pembunuhan wartawan Khasoggi

Wartawan kawakan Jamal Khashoggi hilang sejak ia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. (cc)

Washington, (Antaranews Sumbar) - Departemen Keuangan Amerika Serikat pada Kamis mengumumkan hukuman terhadap 17 orang Saudi atas peran mereka dalam pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Langkah itu adalah tindakan nyata pertama pemerintahan Presiden Donald Trump dalam kematian wartawan tersebut pada bulan lalu.

Yang akan dihukum itu termasuk Saud al-Qahtani, mantan pembantu utama Putra Mahkota Mohammed bin Salman, serta Konsul Jenderal Saudi Mohammed Alotaibi.

Hukuman itu akan dilaksanakan di bawah Undang-Undang Pertanggung-jawaban Hak Asasi Manusia Magnitsky Dunia, yang membidik pelaku pelanggaran berat hak asasi manusia dan korupsi.

Pengumuman itu tidak biasa bagi Washington, yang jarang menjatuhkan hukuman kepada Riyadh.

"Semua orang itu, yang membidik dan membunuh secara keji wartawan, yang tinggal dan bekerja di Amerika Serikat, harus menghadapi akibat dari tindakan mereka," kata pernyataan Menteri Keuangan Steve Mnuchin.

Ia menambahkan bahwa Washington terus berusaha memastikan yang terjadi dan akan meminta pertanggungjawaban semua yang ditemukan bertanggung jawab atas kematian Khashoggi.

"Pemerintah Arab Saudi harus mengambil langkah tepat untuk mengakhiri pembidikan pembangkang politik atau wartawan," kata Mnuchin.

Di antara yang lain yang menghadapi hukuman itu adalah Maher Mutreb, pembantu Qahtani, yang muncul dalam foto dengan Pangeran Muhammad dalam kunjungan resmi ke Amerika Serikat dan Eropa pada tahun ini.

Kantor jaksa Arab Saudi pada Kamis menyatakan mengupayakan hukuman mati bagi lima dari 11 tersangka, yang dituduh membunuh Khashoggi, sementara kerajaan itu mencoba membendung kemelut terbesar politik dalam satu angkatan.

Khashoggi, orang dalam kerajaan itu, yang menjadi penentang kebijakan Saudi, dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober sesudah berkelahi, dengan suntikan mematikan, kata wakil jaksa dan Juru bicara Shalaan al-Shalaan kepada wartawan.

Shalaan menyatakan Pangeran Salman tidak tahu apa-apa tentang gerakan itu, yang memutilasi jasad Khashoggi, mengeluarkannya dari gedung itu dan menyerahkannya ke kaki tangan "setempat" yang tidak dikenal. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar