Hanya 165 peserta lulus ujian SKD CPNS di Kabupaten Solok

id Ujian CPNS

Peserta ujian CPNS di Kubung Tigo Baleh, Kota Solok, Kamis (15/11). (Antara/Tri Asmaini)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menyatakan hanya 165 orang yang berhasil lulus passing grade ujian seleksi kemampuan dasar (SKD) CPNS 2018 dari total 320 kuota yang disediakan.

"Dengan kondisi ini kami masih menunggu keputusan BKN pusat, apakah untuk menutupi kekurangan dilakukan dengan sistem rangking atau keputusan lainnya," kata Kepala BKPSDM Kabupaten Solok, Feris Novel di Arosuka, Kamis.

Ia mengatakan umumnya peserta CPNS di Kabupaten Solok gagal di bagian Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dan peserta banyak berkomentar jika nilai ambang batas yang tinggi diiringi soal yang sulit.

Pada tes CPNS di lingkungan pemerintah setempat yang digelar beberapa tahun lalu untuk kategori TKP passing grade hanya bernilai 126, waktu itu cukup banyak yang lulus, sehingga harus melakukan seleksi sebanyak tiga kali.

Secara rasional memang tes kepribadian bukan perkara menghitung atau menghapal, tapi lebih kepada sikap pribadi atas beberapa kasus yang dijadikan soal.

"Ibaratnya tanpa belajar pun kita tahu mana yang tepat dan mana yang kurang tepat, selain kemiripan jawaban yang jadi masalah adalah dihadapkan dalam kasus atau keadaan yang kebanyakan tidak dipahami peserta," ujarnya.

Ia menyebutkan ada dua kali seleksi CPNS, setelah SKD ini masih ada Seleksi Kompetensi Bidang, tetapi yang bisa ikut hanya yang lulus SKD. Padahal SKD tidak menjamin kemampuan yang sebenarnya, di antara yang tidak lulus itu pasti ada yang memiliki kualitas pada bidangnya.

"Tapi kabar baiknya, seleksi CPNS ini benar-benar menjamin kualitas SDM yang terpilih, kami harap dengan tingginya tingkat passing grade dan sulitnya soal benar-benar menjamin kualitas PNS nantinya," ujarnya.

Passing grade SKD yang terdiri dari tiga bagian cukup tinggi, yakni tes wawasan kebangsaan (TWK) minimal 75 poin, Tes Intelegensi Umum (TIU) 80, dan Tes Karakteristik Kepribadian (TKP) 143.

Sedangkan untuk TKP SKD CPNS 2018 memang tak memiliki kata salah, setiap jawaban memiliki poin, yang sangat tepat 5 poin, tepat 4 poin, cukup tepat 3 poin, kurang tepat 2 poin dan tidak tepat 1 poin (tergantung jenis kondisi dalam soal).

Khusus formasi Pemerintah Kota Solok, Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok dan Dharmasraya, lokasi tes dipusatkan di Gedung Kubung Tigo Baleh Kota Solok yang dimulai dari 7 hingga 19 November 2018, total peserta ujian mencapai 22.600 orang.

Salah seorang peserta tes SKD CPNS 2018 asal Kabupaten Sijunjung, Gusti Rahmi menyebutkan sebagian soal baik TWK maupun TIU sangat jauh dari prediksinya.

Menurutnya tak banyak soal yang membahas perihal orde baru maupun amandemen UUD 1945, sebagaimana yang sering ia temui di buku-buku panduan soal tes CPNS.

"Sudah tiga kali saya tes, baru kali ini yang gagal di SKD, TWK saya hanya dapat 70 poin, sedangkan TIU 80, padahal tahun lalu nilai saya hampir dua kali lipat, soal-soal kali ini benar-benar tidak berbeda dengan buku-buku panduan," ujarnya.

Peserta lainnya Rizki Subagya (28) mengatakan hal yang paling rumit saat dihadapkan dengan TKP, untuk TWK dan TIU ia mengaku sudah mencapai nilai ambang batas, namun gagal di TKP.

Ia sudah mencoba menjawab berdasarkan pilihan terbaik menurutnya, dimana ia menghabiskan waktu nyaris satu jam di TKP, agar benar-benar mampu menganalisis setiap gambaran kondisi yang dituangkan dalam setiap soal TKP tersebut. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar