Kemendikbud-Pemkot Payakumbuh gelar festival silat berskala internasional

id Festival Silat

Konfrensi pers pameran Rumah Gadang, Silek, Surau dan Masjid, Payokumbuah Alek Silek, dan Payokumbuah Literary Festival yang akan digelar pada 12-15 November 2018 di Payakumbuh, Kamis (8/11). (Antara Sumbar/Syafri Ario)

Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, akan menggelar Festival Silat berskala internasional dan 'Literary Festival' atau Festival Sastra pada 12-15 November 2018.

“Festival Silat ini merupakan agenda Kemendikbud yang dipercayakan penyelenggaraannya kepada Kota Payakumbuh,” kata Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh, Nirdawati di Payakumbuh, Kamis.

Ia menjelaskan even ini terdiri dari beberapa kegiatan mulai dari pameran Rumah Gadang, Silek, Surau dan Masjid, Payokumbuah Alek Silek, dan Payokumbuah Literary Festival.

Even ini merupakan kali kedua diadakan di Payakumbuh, setelah sebelumnya pada Oktober lalu juga menggelar even serupa yang dihadiri sejumlah perguruan silat dari beberapa negara asing seperti Singapura, Vietnam, dan Brazil.

"Namun even kali ini dinilai lebih besar karena bekerja sama dengan Kemendikbud,” ujarnya.

Festival Silat rencananya dipusatkan di Rumah Gadang Salo, Kelurahan Limbukan, dan Festival Sastra dipusatkan di Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah, serta Rumah Komunitas Intro Payakumbuh.

“Ada lima acara nantinya di rumah Gadang Salo Limbukan, mulai dari pertunjukan seni budaya Payakumbuh, tamu akan disambut dengan Silek Pasambahan, selanjutnya makan bajamba, pada malamnya kesenian tradisional randai dan saluang,” jelas dia.

Sementara itu Ketua Panitia Alek Silek, Rothman Silitonga mengatakan festival silat ini sebelumnya juga digelar di Kota Padang, Solok, Sawahlunto, Padang Panjang dan di Bukittinggi.

Festival silat ini akan diikuti empat pesilat luar negeri, 6 pesilat nasional serta seratus lebih pesilat dari kabupaten dan kota di Sumbar.

“Peserta festival adalah utusan dari kabupaten dan kota di Sumbar, sedangkan para pesilat internasional dan nasional hanya pameran laga dengan menampilkan gerakan silat dari daerahnya,” jelasnya. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar