Ahmad Arpikan ditemukan tak bernyawa

id Korban hanyut

Korban hanyut, Ahmad Arpikan (10) yang terseret arus Sungai Batang Lapu Pegambiran Kecamatan Parit Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, ditemukan meninggal mengapung sekitar 600 meter dari lokasi awal korban mandi-mandi, Kamis (8/11).

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) - Korban hanyut, Ahmad Arpikan (10) yang terseret arus Sungai Batang Lapu Pegambiran Kecamatan Parit Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) ditemukan meninggal mengapung sekitar 600 meter dari lokasi awal korban mandi-mandi.

"Benar, korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB dalam keadaan sudah meninggal," kata Camat Parit Koto Balingka, Hamulian, Kamis.

Ia mengatakan saat ditemukan kondisi korban meninggal dunia dan tubuhnya mengalami luka-luka.

"Ada sejumlah luka ditubuh korban diantaranya di tangan dan kepala korban. Kemungkinan terhempas kebatu," ujarnya.

Ia menjelaskan penamuan korban berawal ketika tim gabungan melanjutkan pencarian terhadap korban pada Kamis (8/11) pagi.

Saat tim dari BPBD, SAR, kepolisian, TNI dan masyarakat melakukan pencarian. Seorang warga melihat tangan korban terlihat dalam air.

Melihat itu, warga memberitahukan kepada petugas. Tim gabungan langsung melihat korban dan mengangkat jasad korban kedarat.

"Saat ini jasad korban sudah dibawa oleh keluarga korban untuk segera disemayamkan," katanya.

Ia menyebutkan korban dihantam air sungai yang tiba-tiba besar saat korban mandi bersama teman-temannya pada Rabu, (7/11) sore.

Ia mengatakan korban yang hanyut itu merupakan anak dari Irwan dan Darwatni warga Jorong Pegambiran Parit Koto Balingka.

Ia menjelaskan hanyutnya seorang anak itu berawal ketika korban bersama teman sebayanya mendi-mandi di sungai.

Sedang asik mandi, tiba-tiba datang air besar dan membawa korban hanyut. Sedangkan teman-temannya berhasil menyelamatkan diri.

Ia mengimbau kepada warga yang berdomisili di tepi sungai agar meningkatkan kewaspadaan ancaman banjir dan longsor.(*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar