Program kelas Ibu Muda Padang raih penghargaan dari Wapres

id kelas imud,Jusuf Kalla

Wali Kota Padang Mahyeldi menerima penghargaan atas program kelas Imud dari Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Rabu (7/11) (Antara Sumbar/humas)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Pelaksanaan Program Kelas Ibu Muda (Imud) yang digagas Pemerintah Kota Padang untuk menekan angka kematian ibu dan anak berhasil meraih penghargaan top 40 inovasi pelayanan publik dari Wakil Presiden Jusuf Kalla .

Penghargaan diserahkan langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Wali Kota Padang Mahyeldi pada acara International Public Service (IPS) Forum 2018 di Jakarta Convention Center, Rabu.

Penghargaan nasional tersebut diberikan atas inovasi Puskesmas Padang Pasir dalam menggagas Kelas Ibu Muda (Imud) untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu muda yang berusia di bawah 20 tahun.

Wali Kota Padang Mahyeldi saat dihubungi dari Padang mengatakan inovasi Kelas Ibu muda akan diadopsi dan dikembangkan di seluruh Puskesmas di Kota Padang.

"Tujuannya agar ibu hamil dan ibu balita mempunyai sarana belajar bersama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dan yang terpenting menekan kasus kematian ibu dan bayi karena kurangnya pengetahuan dan kepedulian terhadap kesehatan," ujar dia.

Ia mengajak semua pemangku kepentingan terkait terus belajar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

International Public Service (IPS) Forum 2018 merupakan ajang interaksi dan mempelajari inovasi pelayanan publik yang diciptakan kementerian, lembaga dan daerah lain yang juga meraih penghargaan TOP 40.

Sebelumnya Kepala Puskesmas Padang Pasir dr Winanda selaku penggagas program menyampaikan Kelas Imud bertujuan menurunkan kematian ibu dan bayi serta menghapuskan stigma terhadap ibu muda dan keluarganya.

Ia menceritakan program Kelas Imud lahir dari kasus kematian bayi usia 11 bulan pada 2016 yang menimpa seorang ibu muda berusia 17 tahun.

Dari hasil otopsi verbal oleh dokter dan bidan Puskesmas, diketahui kematian itu disebabkan meningitis dan radang paru-paru.

Dengan penyakit tersebut, ternyata bayi tidak mendapatkan pengobatan yang optimal disebabkan kurangnya pengetahuan, perhatian ibu dan keluarga terhadap bayi, kata dia.

Oleh sebab itu Kelas Imud merupakan sarana belajar bersama bagi ibu hamil, ibu balita dalam usia muda, dengan mendatangkan narasumber ahli dari dokter spesialis kebidanan, spesialis anak dan ahli bidang agama.

Dengan demikian, pengetahuan ibu tentang kesehatan ibu dan anak, reproduksi, tumbuh kembang anak, dan cara mendidik anak berdasarkan agama bisa terpenuhi, katanya.

Ia menyampaikan Kelas Imud yang pertama dimulai pada 24 Maret 2016 dengan tiga kali pertemuan setiap angkatan dan sudah terlaksana sebanyak tiga angkatan hingga 2018 dengan jumlah seluruh peserta 55 orang. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar