Tiga hari Operasi Zebra, Polres Solok keluarkan 96 surat tilang

id Oprasi Zebra,Polres Solok

Tiga hari Operasi Zebra, Polres Solok keluarkan 96 surat tilang

Penindakan polisi pada Operasi Zebra 2018 di beberapa tempat di wilayah hukum setempat. (doc. polisi)

Solok, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor (Polres) Solok, Sumatera Barat, telah mengeluarkan sebanyak 96 surat bukti pelanggaran (Tilang) selama tiga hari pelaksanaan Operasi Zebra dari 30 Oktober 2108 hingga 2 November 2018.

"96 tilang ini dikeluarkan saat operasi yang kita lakukan di pusat Kota Solok dan sekitar wilayah hukum polres setempat," kata Kasat Lantas Polres Solok, Iptu Sugeng Riadi di Solok, Jumat.

Surat tilang ini dikeluarkan setelah melakukan operasi Zebra di jalan-jalan umum, lokasi yang rawan kecelakaan, dan wilayah hukum setempat. Dari 96 tilang, pelanggaran kendaraan roda dua 67 penindakan, dan 29 pelanggaran kendaraan roda empat.

Pelanggaran yang paling dominan dilakukan oleh pengendara yaitu melawan arus 30 pelanggaran, tidak memakai helm 18 pelanggaran, pelanggaran lain seperti tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) 12 pelanggaran dan pengendara di bawah umur lima pelanggaran.

Untuk kendaraan roda empat, pelanggaran dominan tidak menggunakan safety belt dan tidak melengkapi surat-surat kendaraan.

"Kami sudah menahan 19 sepeda kendaraan karena tidak memiliki STNK dan SIM," katanya.

Selain itu juga menahan 49 SIM dan 28 STNK.

Ia menambahkan, kendaraan ini akan diserahkan kepada pemilik setelah sidang dilakukan di Pengadilan Negeri Solok setiap Kamis, tergantung karena saat operasi barang bukti tidak boleh diserahkan kepada pemilik.

Namun apabila ada kendaraan yang menggunakan knalpot modifikasi, maka sepeda motor akan diserahkan apabila pemilik diminta untuk mengganti knalpot standar dan melengkapi kendaraannya.

Sementara sasaran operasi merupakan pengemudi menggunakan telepon genggam, pengemudi melawan arus lalu lintas, berboncengan lebih dari satu, pengemudi dibawah umur, tidak menggunakan helm SNI, pengemudi menggunakan narkoba dan berkendara melebihi batas kecepatan ditentukan.

"Kami berharap dengan operasi ini masyarakat semakin sadar dengan aturan lalu lintas, sehingga penyebab kecelakaan lalu lintas berkurang," katanya.

Operasi Zebra ini rutin digelar polri dengan tujuan mengurangi angka kecelakaan di wilayah hukum Polres setempat. Operasi Zebra berlangsung dari 30 Oktober 2018 hingga 12 November 2018.

Pada operasi Zebra 2017, pihaknya mengeluarkan 173 surat tilang dan 35 teguran. Dengan pelanggaran dominan tidak menggunakan helm sebanyak 55 tilang.

Pada Januari sampai Oktober 2018, pihaknya mencatat sebanyak 69 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi dengan meninggal dunia 13 orang, luka berat 24, dan luka ringan 69 orang.

Sementara pada 2017 sebanyak 97 kasus kecelakaan terjadi, dengan korban meninggal dunia 24 orang, luka berat 54 orang, luka ringan 94 orang dan mengeluarkan surat tilang 6.021 lembar. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar