Komoditas cabai merah sumbang inflasi di Bukittinggi

id cabai merah

Cabai merah. (ANTARA SUMBAR/Novia Harlina)

Bukittinggi, (Antaranews Sumbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, mencatat daerah itu inflasi 0,92 persen Oktober 2018 dan cabai merah adalah salah satu komoditas penyumpang inflasi.

Kepala BPS Bukittinggi, Mukhlis di Bukittinggi, Jumat, menyebutkan berdasarkan perkembangan indeks harga konsumen (IHK) selama Oktober 2018, cabai merah adalah komoditas yang dominan menyumbang inflasi lalu bahan bakar rumah tangga dan komoditas beras.

Andil cabai merah terhadap inflasi Bukittinggi pada bulan tersebut mencapai 0,57 persen, bahan bakar rumah tangga 0,24 persen dan beras 0,18 persen.

Selama Oktober 2018, BPS mencatat secara umum semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga yaitu di kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar.

Kelompok sandang, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan.

Selain cabai merah, bahan bakar rumah tangga dan beras, komoditas yang juga mengalami kenaikan harga yaitu jeruk, bensin, sewa rumah, ikan tongkol, emas perhiasan, batu bata, kue kering berminyak, kopi bubuk dan lainnya.

Bukittinggi berada di urutan ke tiga di Sumatera dan ke lima di Indonesia dari 82 kota IHK yang mengalami inflasi/deflasi.

Tingkat perubahan IHK menggambarkan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian, makin tinggi inflasi maka makin rendah nilai uang dan daya belinya.

Menurut salah seorang ibu rumah tangga, Azri, pada bulan Oktober 2018 ia pernah membeli cabai merah dengan harga Rp52.000 per kilogram.

Meski sudah melaksanakan anjuran pemerintah setempat agar memanfaatkan pekarangan untuk bertanam cabai namun belum mencukupi untuk konsumsi keluarga.

Sementara berdasarkan hasil survei Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi (PKSBE) Universitas Negeri Padang (UNP) Padang, harga ideal cabai yang wajar di tingkat konsumen berdasarkan pandangan masyarakat berkisar Rp24 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram.

Namun, dalam kondisi tertentu harga cabai di Padang bisa mencapai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu saat pasokan berkurang. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar