Ini harapan Bupati Solok Gusmal dalam rangka hari sumpah pemuda

id Gusmal

Bupati Solok, Gusmal. (Antara Sumbar/Tri Asmaini)

Terkadang ketika pemuda telah menyelesaikan jenjang pendidikan dan ketika terjun ke tengah-tengah masyarakat, terjadi kebimbangan akan kemampuan diri mereka. Padahal masyarakat dan daerah sangat menunggu peran ‎aktif pemuda untuk kegiatan pembangunan
Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Bupati Solok, Sumatera Barat, Gusmal mendorong kemandirian pemuda di sektor ekonomi dan menjadi pelopor peningkatan kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat.

"Pemuda harus menjadi pelopor pembangunan ekonomi di tengah-tengah masyarakat untuk terwujudnya masyarakat dan daerah yang lebih maju," kata dia di Arosuka, Selasa, menanggapi peran pemuda dalam rangka hari sumpah pemuda 28 Oktober 2018.

Ia menjelaskan harus ada program dan kegiatan yang dapat menumbuhkan kreatifitas pemuda dalam membuka peluang usaha.

"Tidak mudah memang, akan tetapi pemuda harus terus mengembangkan kemampuan diri untuk menjawab tantangan yang ada," kata dia.

Maka kepercayaan diri akan kemampuan yang dimiliki perlu ditanamkan dalam diri pemuda. Sebab ia menilai, ketika kepercayaan diri tidak ada dalam diri pemuda, maka semangat untuk berkreatifitas tidak akan muncul.

Akibatnya pemuda hanya akan menunggu peluang bukan menciptakan peluang untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Selama ini ketika menamatkan jenjang pendidikan, pemuda ‎cenderung bersaing memperebutkan lapangan pekerjaan yang peluangnya sangat terbatas.

Seperti menjadi pegawai negeri sipil atau bekerja pada perusahaan swasta lainnya, selama ini menjadi tujuan ketika menyelesaikan jenjang pendidikan.

Padahal kalau melihat peluang lapangan kerja yang ada, dan dibandingkan dengan jumlah pencari kerja sangat tidak berimbang‎, kata dia.

Sehingga angka pengangguran di kalangan usia produktif setiap tahunnya cenderung meningkat. Padahal dengan disiplin ilmu yang diperoleh, pemikiran dan wawasan yang ‎ada pada diri pemuda seharusnya mereka mampu menciptakan lapangan usaha serta memberikan kesempatan kerja kepada yang lain.

Dengan demikian pemuda yang menguasai ilmu serta memiliki wawasan, diharapkan mampu memanfaatkan dan menggali potensi daerah, serta membaca peluang yang ada untuk suatu kegiatan positif dan membawa manfaat secara sosial ekonomi di daerah.

“Terkadang ketika pemuda telah menyelesaikan jenjang pendidikan dan ketika terjun ke tengah-tengah masyarakat, terjadi kebimbangan akan kemampuan diri mereka. Padahal masyarakat dan daerah sangat menunggu peran ‎aktif pemuda untuk kegiatan pembangunan daerah," ujarnya.

Dalam hal ini, menurut Gusmal pemerintah selalu berusaha memberikan fasilitas melalui berbagai program dan kegiatan yang dilahirkan, seperti pelatihan kerja dan kerajinan tangan lainnya

Kabupaten Solok merupakan daerah berkembang, sangat menuntut kemampuan pemuda untuk berkreasi dan berinovasi dengan memanfaatkan potensi dan peluang yang ada.

"Pemuda harus bijak menyikapi peluang yang ada, jangan hanya sebagai penonton di negeri sendiri khususnya di sektor pembangunan ekonomi," ujarnya.

Menurutnya untuk menciptakan peluang dengan memanfaatkan potensi yang ada, mental generasi muda sangat menentukan. Mental generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi tantangan harus dibentuk sedini mungkin sehingga mereka siap bersaing. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar