Evaluasi sekolah berbasis pesantren, Bupati Solok: tak mampu dialihkan

id Gusmal,solok

Bupati Solok, Gusmal (memakai baju putih) memimpin rapat evaluasi sekolah umum berbasis pesantren. (Antara/ Tri Asmaini)

Makanya perlu dievaluasi, jika ada sekolah yang belum sanggup memenuhi kriteria yang ditetapkan, dialihkan ke sekolah lain dulu
Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Bupati Solok, Sumatera Barat, Gusmal meminta Dinas Pendidikan setempat mengevaluasi sekolah berbasis pesantren yang diberlakukan di 17 SMP dan 85 SD di daerah itu.

"Evaluasi ini diperlukan untuk mematangkan program Sekolah Umum Berbasis Pesantren (SUBP) yang dicanangkan, jika sudah diketahui kekurangannya dapat diperbaiki segera," kata dia di Arosuka, Selasa.

Ia mengatakan Pemkab Solok sangat serius menjalankan program ini, karena itu pihak sekolah diminta bersinergi dengan semua lini, dan saling bahu membahu agar program ini berhasil.

Program SUBP ini merupakan unggulan dan inovasi pemerintah daerah yang mengimplementasikan keterpaduan antara konsep pendidikan nasional dengan nilai-nilai ajaran agama Islam yang diajarkan di pesantren.

Konsep operasionalnya merupakan proses pembudayaan, pewarisan dan pengembangan ajaran agama Islam, budaya dan peradaban Islam di sekolah umum.

Untuk tahap awal pemerintah daerah menetapkan 17 SMP dan 85 SD menerapkan sistem pesantren ini.

"Makanya perlu dievaluasi, jika ada sekolah yang belum sanggup memenuhi kriteria yang ditetapkan, dialihkan ke sekolah lain dulu," ujarnya.

Ia berharap 17 SMP dan 85 SD ini serius dalam menerapkan program SUBP, sebab ditargetkan pada 2019 seluruh SMP dan SD di Kabupaten Solok akan menjalankan program tersebut.

Sekolah yang sudah ditetapkan sebagai percontohan ini diharapkan mampu menerapkannya secara mandiri, agar ke depan bisa merangkul 50 SMP lainnya di daerah itu.

Bupati juga meminta Dinas Pendidikan untuk memberikan pelatihan dan pembinaan agar setiap sekolah ini mampu memahami dan menerapkan program SUBP tersebut dengan baik.

Terutama para guru harus mampu menyesuaikan diri dan terlibat langsung dengan sistem pendidikan pesantren. Jangan hanya sekedar jadi guru, tetapi harus memiliki ilmu dan pengetahuan keagamaan untuk menjadi guru.

Sehingga dalam menjalankan proses pembelajaran, seluruh guru mampu mengendalikan siswa serta membentuk karakter dasar siswa.

Sebab pendidikan bukan hanya unsur akademik saja, guru juga harus paham masalah adat, budaya, dan agama.

"Jadi peran guru sangat dibutuhkan dalam menjalankan sistem sekolah umum berbasis pesantren ini," katanya.

Dalam program ini selain mengejar prestasi akademik, juga menekankan sikap, moral, dan akhlak. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar