TKN: keistimewaan Jokowi-Ma'ruf kekuatan yang lahir dari rakyat

id Jokowi-Ma'ruf,Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf,Hasto Kristiyanto,Pilpres 2019

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin (kanan). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/18./)

Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Sekretaris Tim Kampanye Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Hasto Kristiyanto menilai keistimewaan pasangan Joko Widodo dan Kyai H Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) berawal dari kekuatan yang lahir dari rahim rakyat Indonesia.

"Pak Jokowi sosok pemimpin dari kalangan rakyat biasa. Demikian halnya, KH Ma'ruf Amin, yang sangat kental dengan tradisi ulama yang begitu dekat dengan umatnya," kata Hasto dalam keterangannya yang diterima, Selasa.

Menurut Sekjen DPP PDI Perjuangan ini, melalui sosok Pasangan calon nomor urut 01 ini, rakyat bisa merasakan pentingnya kesetaraan antara pemimpin dengan rakyatnya.

Hasto mengatakan bahwa ini berlawanan dengan lawannya dalam Pilpres 2019 yang berasal dari kalangan pengusaha dengan modal besar.

Walaupun calon wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dengan melakukan pendekatan kepada ibu-ibu di pasar-pasar, kesenjangan atau gap dirinya dengan rakyat tetap terasa, katanya.

"Apa pun Pak Sandi kan sosok pengusaha yang sangat kaya. Demikian juga Pak Prabowo, terlebih dengan preferensi orang tua, maupun mertuanya," kata Hasto.

Ditinjau dari legitimasi kepemimpinan, Hasto menilai Jokowi-Ma'ruf telah berproses berjenjang dari bawah.Jokowi memulai karir politiknya dari wali kota, gubernur hingga menjadi Presiden RI, yang semuanya dilalui dengan prestasi.

"Pengalaman Pak Jokowi inilah yang menjadi inspirasi bagi ratusan juta warga Indonesia. Mereka menjadi percaya, bahwa dari kalangan mereka bisa lahir seorang pemimpin, meski ia lahir dari kalangan biasa," katanya.

Dengan melihat Jokowi, lanjut Hasto, semua rakyat bisa bermimpi bahwa pemimpin bisa lahir dari kalangan mereka sendiri.

"Inilah alasan fundamantal yang hidup di batin rakyat bahwa Jokowi adalah kita," katanya.

Hasto juga menilai pasangan Jokowi-Ma'ruf membawa model kampanyenya lebih mengedepankan model kepemimpinan rakyat kebanyakan, tanpa menjiplak model negara lain serta modal kapital yang berlebihan. (*)

Baca juga: TKN nilai kebijakan BMM Jokowi sudah tepat

Baca juga: Batal naikkan harga Premium, Hasto: kebijakan Jokowi berorientasi kepentingan rakyat kecil

Baca juga: Bawaslu Riau panggil kepala daerah diduga ikut deklarasi dukung Jokowi
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar