Legislator usulkan Alahan Panjang menjadi kawasan ekonomi khusus agrowisata

id solok

Bupati Solok Gusmal menjadi pembicara dalam seminar KEK Agrowisata (Istimewa)

Arosuka, 13/10 (Antara) - Anggota DPD RI Nofi Chandra mengusulkan Nagari Alahan Panjang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Agrowisata memiliki potensi yang sangat besar di sektor pertanian dan kepariwisataannya.

"Potensi yang dimiliki Kabupaten Solok sangat besar untuk bisa dilakukan pencanangan Kawasan Ekonomi Khusus Agrowisata, khususnya Alahan Panjang yang dua tahun lalu, ditetapkan sebagai sentra bawang merah untuk pulau Sumatera oleh menteri pertanian" kata senator Nofi Chandra di Padang, Sabtu.

Selain itu, sebutnya komoditi khas pegunungan seperti sayuran dan hortikultura lainnya menjadi sumber utama pencaharian masyarakat di Alahan Panjang.

Menurutnya, sejak ditunjuk sebagai kawasan sentra bawang merah, lahan penanaman bawang merah ikut berkembang dari 2000 Ha, kini meningkat menjadi 7000 Ha, hal ini yang menjadi dasar Alahan Panjang dicanangkan sebagai KEK.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam Seminar Kawasan Ekonomi Khusus Agrowisata dengan tema "Penjajakan Awal Pembentukan KEK Agrowisata Alahan Panjang Kabupaten Solok" Jumat di Padang.

"Melalui KEK Agrowisata tersebut nanti kan jelas visi jangka panjangnya, lalu arah pengembangannya juga terarah, sayang jika potensi besar di Alahan Panjang tidak terpengaruh dengan baik," katanya.

Agrowisata dapat diartikan juga sebagai pengembangan industri wisata alam yang bertumpu pada pembudidayaan kekayaan alam.

Ia pun mencontohkan beberapa kawasan Agrowisata seperti agrowisata salak pondoh di lereng Gunung Merapi, Agrowisata Kotabaru dan lainnya.

Perkembangan kawasan tersebut sangat tertata, walaupun konsepnya wisata, sepenuhnya pengelolaan kawasan pertanian tetap dipegang masyarakat setempat, jadi tidak ada pembebasan lahan.

"Pengembangan kawasan agrowisata artinya kita mengembangkan suatu kawasan yang mengedepankan upaya-upaya pelestarian sumber daya alam dan lingkungan, lalu dipadukan dengan pariwisata yang diharapkan mampu menunjang berkembangnya pembangunan agribisnis dan perekonomian masyarakat secara umum," katanya.

Komite Ekonomi dan Industri Nasional, Roni Puspita mengatakan pengembangan kawasan agrowisata harus mampu melindungi sumber daya dan kekayaan alam, nilai-nilai budaya dan sejarah setempat.

Untuk mendukung itu maka Alahan Panjang diharapkan mampu melakukan regenerasi petani itu, disinilah peran pemerintah dan pihak terkait lainnya untuk bisa meyakinkan petani, bahwa profesi mereka sangat bergengsi.

Setelah itu, barulah bisa fokus pada pembenahan infrastruktur pertanian untuk memudahkan petani saat panen dan pendistribusian kebutuhan pertanian untuk menekan cost pertanian.

Karena diperlukan studi dan kajian yang mendalam, dan melibatkan pihak-pihak yang relevan baik dari unsur masyarakat, swasta maupun pemerintah. Dengan demikian diharapkan perencanaan serta pengembangan kawasan semakin baik dari waktu ke waktu serta terdokumentasi dengan baik.

"Pertanian bisa menjadi sebuah wahana pariwisata berbasis pengalaman bagi wisatawan, pembentukan badan pengelola KEK yang profesional seperti BUMN atau BUMD," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Solok Gusmal memaparkan potensi daerah Alahan Panjang yang sangat produktif untuk bisa di canangkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Agrowisata.

Ia mengusulkan pemberian nama Kawasan Ekonomi Khusus Agrowisata Alahan Panjang, di ganti menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Lembah Gumanti, karena sektor pertanian di seluruh nagari di Kecamatan Lembah Gumanti saling berkaitan, adapun beberapa kelompok tani tidak hanya melibatkan satu Nagari saja, malah melibatkan satu hingga dua kecamatan.

"Untuk pembentukan KEK di daerah Kabupaten Solok, kebijakan tanpa pembebasan lahan, sangat sesuai dengan tipikal daerah, agar masyarakat bisa ikut berpartisipasi langsung," katanya.

Pemerintah siap memfasilitasi agar terwujudnya dan ditetapkannya Alahan Panjang sebagai KEK Agrowisata yang akan berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat khususnya komiditi bawang merah..
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar