PLKK diharapkan jadi promotor agar pekerja jadi peserta BPJS-Ketenagakerjaan

id BPJS Ketenagakerjaan

Kepala BPJS ketenagakerjaan Solok Iskandar saat melakukan gathering dengan PLKK. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Kepala Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Solok Iskandar berharap setiap Person in Charge (PIC) di pusat pelayanan kecelakaan kecelakaan kerja (PLKK) bisa menjadi promotor bagi pekerja untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"PLKK dapat menjadi promotor bagi masyarakat pekerja yang belum menjadi Peserta BPJS ketenagakerjaan tentang manfaat menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan karena bisa memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja, meninggal dunia," katanya saat Temu Teknis dan Gathering bersama seluruh PLKK yang menjadi mitra BPJS ketenagakerjaan, di Solok, Jumat.

Menurut dia, dengan iuran Rp16.800 setiap bulannya peserta sudah mendapatkan manfaat perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja dan meninggal dunia.

Dia berharap, kegitan ini menambah motivasi bagi PLKK dalam memberikan pelayanan kepada peserta sehingga pelayanan prima dan kepusan pelanggan akan meningkat dan berberdampak pada peningkatan penilaian net promotore score (NPS) BPJS ketenagakerjaan.

PLKK sebagai mitra BPJS ketenagakerjaan, katanya, memegang peranan penting karena mereka dengan ikhlas menolong orang yang terkena musibah kecelakaan kerja sehingga mendapat pahala yang tak terkira.

"Kami sebagai mitra PLKK sangat apresiasi dan berterimakasih atas pelayanan yang diberikan oleh PLKK terhadap pekerja yang trekena musibah kecelakaan kerja," ujarnya.

Dia menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan cabang Solok sudah menjalin kerjasama dengan beberapa puskesmas dan rumah sakit untuk melayani pekerja yang mengalami kecelakaan.

Wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok ada enam daerah diantaranya, Kota Solok, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung dan Dharmasraya.

Selain itu pihaknya juga melakukan sosialisai teknis tentang pelaksanaan pelayanan kecelakaan kerja serta diskusi agar PLKK lebih memahmi teknis pelaksanaan pelayanan JKK.

Selanjutnya dilakukan fun game bersama untuk menambahkan keakraban antara PLKK dan BPJS Ketenagakerjaan.

Dia menambahkan, untuk pekerja yang mengalami cacat tetap diberikan santunan sebesar 56 kali upah. Kalau bukan cacat anatomis dan masih bisa bekerja dijamin sampai dia bisa bekerja kembali dengan melatihnya di Balai Latihan Kerja (BLK).

"PLKK ini bertujuan untuk mempermudah pekerja dalam penyembuhan apabila terjadi kecelakaan kerja," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar