Dinsos Agam bagikan nasi bungkus untuk korban banjir di Kecamatan Ampeknagari

id banjir agam

Banjir menggenangi rumah warga. (Antara)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Dinas Sosial Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membagikan 100 nasi bungkus sebagai bantuan darurat kepada warga korban banjir di Kecamatan Ampeknagari pada Jumat.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Agam, Arfi Yunanda di Lubukbasung, Jumat, mengatakan 100 nasi bungkus itu diserahkan kepada korban banjir di Puduang sebanyak 50 bungkus dan Gantiang 50.

"Bantuan nasi bungkus tersebut telah kita serahkan untuk kebutuhan makan pagi dan siang bagi para korban banjir di Kecamatan Ampeknagari," katanya.

Penyaluran nasi bungkus itu berdasarkan permintaan dari Camat Ampeknagari ke Dinas Sosial setempat, setelah korban tidak bisa memasak akibat rumah mereka direndam banjir.

Sementara biaya untuk pengadaan nasi bungkus tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018.

Pada 2018, anggaran untuk penanganan masalah-masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat darurat dan kejadian luar biasa disediakan sebesar Rp104 juta.

"Dana ini kita gunakan untuk pengadaan nasi bungkus untuk korban bencana alam seperti banjir, kebakaran dan lainnya," katanya.

Apabila air tidak surut, tambahnya, Dinas Sosial Agam akan membuka dapur umum setelah keluar surat keputusan tanggap darurat.

Selain itu korban akan dibantu alat masak, tikar, selimut, makanan siap saji dan lainnya.

"Bantuan tersebut telah tersedia di gudang logistik milik Dinas Sosial setempat," katanya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Muhammad Lutfi Ar menambahkan sebanyak 50 unit rumah milik warga di Kecamatan Ampeknagari terendam banjir setelah curah hujan tinggi melanda daerah itu sejak Kamis (11/10) sore sampai Jumat (12/10) dini hari.

Dari 50 unit rumah itu, 10 rumah terdapat di Jorong Anak Aia Kasiang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampeknagari yang dihuni 60 jiwa, dengan ketinggian air sekitar satu sampai 1,5 meter.

Kemudian 40 unit rumah di Jorong Gantiang, Nagari Sitanang, Kecamatan Ampeknagari sebanyak 40 unit dihuni 150 jiwa dengan ketinggian air sekitar 30-50 centimeter.

"Air mulai naik ke rumah warga pada Kamis (11/10) sore sekitar pukul 17.00 WIB, akibat meluapnya Sungai Batang Masang," katanya.

Saat kejadian, tambahnya, korban diungsikan ke tempat ibadah dan ke rumah keluarga yang lebih aman.

Saat ini air sudah mulai susut dan masyarakat dibantu Satgas BPBD Agam, Satpol PP Damkar Agam, PMI, Dinas Sosial dan lainnya mulai membersihkan perabotan rumah warga mereka.

"Mudah-mudahan material lumpur tersebut sudah bisa dibersihkan hari ini, agar warga bisa menempati rumah mereka kembali," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar