Cegah abrasi pantai, Padang Pariaman tambah grip pemecah ombak di Ulakan

id Suhatri Bur

Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur (dua kanan) bersama Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho (tengah) melihat kondisi abrasi pantai dan pembangunan batu grip di Kecamatan Ulakan Tapakis, Senin (1/10). (ANTARA SUMBAR / Aadiaat M. S)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengupayakan menambah grip atau batu pemecah ombak di kawasan pantai Ulakan Tapakis untuk mencegah abrasi pantai di kawasan itu.

"Dalam 10 hari ini saja dampak abrasi cukup parah, jika tidak segera dipasang grip akan bertambah parah," kata Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Budi Mulya di Parit Malintang, Jumat.

Ia mengatakan pihaknya tidak mungkin lagi mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat karenakondisi yang mendesak, sedangkan pembahasan APBN 2019 juga hampir selesai.

Oleh karena itu pihaknya akan mengupayakan dialokasikan anggarannya pada APBD sebesar Rp5 miliar pada 2019.

Apabila grip ini tidak segera dibangun kemungkinan besar air laut akan sampai di jalan alternatif yang menghubungkan Kota Padang ke Pariaman via Ulakan dan Makam Syekh Burhanuddin karena kuatnya ombak.

Saat ini sedang dilakukan pembangunan tiga lokasi batu grip di daerah itu, namun jumlah itu belum mencukupi untuk melindungi kawasan Pantai Cagar Budaya Syekh Burhanuddin dari ombak.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman membutuhkan 12 grip guna mengatasi abrasi yang mengancam warga dan kawasan Cagar Budaya Syekh Burhanuddin di Kecamatan Ulakan Tapakis yang terjadi semenjak beberapa tahun lalu.

"Tahun ini kami hanya mampu membangun tiga grip dengan dana sekitar Rp3 miliar," kata Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur di Parit Malintang, Rabu.

Ia mengatakan batu pemecah ombak tersebut sedang dalam pembangunan yang mana jarak masing-masing grip 50 meter.

Untuk menahan ombak di sepanjang pesisir pantai, lanjutnya pihaknya membutuhkan sembilan grip lagi sehingga kawasan tersebut tidak lagi digerus ombak. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar