Banjir kembali landa Pasaman, kini di kawasan Bonjol

id Banjir

Banjir kembali melanda sejumlah titik di kawasan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Kamis malam. (Ist)

Lubuk Sikaping (Antaranews Sumbar) - Banjir kembali terjadi di sejumlah kawasan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Kamis (11/10) malam akibat tingginya curah hujan yang berdampak meluapnya sungai Batang Masang, belum ada laporan korban jiwa.

Bencana banjir yangmelanda lima kecamatan, yakni Rao, Rao Selatan, Rao Utara, Panti dan Mapattunggul, belum tertangani dengan baik, kini bencana serupa kembali melanda Kabupaten Pasaman.

Banjir merendam perumahan warga, sekolah dan jalan lintas Sumatera di Nagari Ganggo Hilir dan Koto Kaciak, Kecamatan Bonjol, akibat sungai Batang Masang meluap.

Informasi dari warga, dua unit jembatan gantung yang berada di Kampung Jambak dan Padang Baru, Nagari Ganggo Hilia hanyut diterjang banjir. Banjir juga menggenangi satu unit sekolah, yaitu SMKN 1 Bonjol beserta beberapa rumah disekitarnya.

Walinagari Ganggo Hilia, Bondan Kusbianto ketika dikonfirmasi membenarkan sejumlah rumah terendam di wilayah itu. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam ini membuat sungai Batang Masang meluap. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

"Info yang dapat malam ini, jembatan Rajan Padang Baru dan Kampung Jambak jebol diterjang air bah. Jalan raya juga terendam. Kuliner Mega Wisata Bonjol, juga terendam. Namun sampai saat ini belum ada korban jiwa," kata Bondan.

Bondan pun meminta agar seluruh warganya berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir yang lebih besar. Sebab, kata dia, kawasan Bonjol dan sekitarnya masih dilanda hujan lebat hingga malam ini.

"Kami informasikan pada seluruh masyarakat Bonjol. Untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah. Bagi warga kami yang tinggal dekat dengan sungai, perbukitan agar waspada. Semoga nagari kita di lindungi dari semua bencana," pinta Bondan.

Dilaporkan, banjir yang menggenangi badan jalan juga sempat menyebabkan jalan raya Bukittinggi-Lubuksikaping tidak bisa diakses oleh berbagai jenis kenderaan. Karena ketinggian air mencapai selutut orang dewasa.

"Sejak tadi sore hingga Isya, jalan lintas Sumatera, ruas Kumpulan sama sekali tidak bisa dilewati kenderaan. Kondisi ini membuat ratusan kenderaan mengular. Baru sekitar pukul 20.00 Wib, dapat dilintasi setelah banjir mulai surut," kata salah seorang pengendara, Fajar.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar