Perekaman KTP-E Solok semester pertama 2018 capai 91,4 persen

id Radiyatul Hayat,Disdukcapil

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Solok, Radiyatul Hayat. (Antara Sumbar/Tri Asmaini)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E) di Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada semester pertama atau hingga Juni 2018 telah mencapai 91,4 persen atau 247.863 orang dari 271.028 penduduk wajib KTP-E di daerah setempat.

"Berarti tersisa hanya 23.240 orang yang belum melakukan perekaman, dan 42.240 orang belum memiliki KTP-E dari 271.028 penduduk wajib KTP," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Solok, Radiyatul Hayat di Arosuka, Senin.

Pihaknya akan tetap mengejar target perekaman seluruh warga wajib KTP hingga Desember 2018.

"Akan kami usahakan untuk mencapai sekitar 10 persen target warga yang belum memiliki KTP-E," katanya.

Untuk target ini pihaknya telah melakukan berbagai cara agar memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai keperluan identitas seperti KTP, Kartu Keluarga, akte kelahiran, dan lainnya.

Salah satunya dengan memaksimalkan fungsi pengurusan dokumen melalui mobil keliling yang melayani satu nagari setiap hari.

Selain itu menjemput bola, dengan pelayanan langsung ke rumah-rumah bagi warga yang kesulitan ke dinas atau lanjut usia, program ini disebut sistem "ketuk pintu", ada "Simanjakola" atau sistem pelayanan jemput bola ke sekolah.

Suasana pelayanan pengurusan dokumen kependudukan di kantor Disdukcapil di Arosuka Kabupaten Solok. (Antara Sumbar/Tri Asmaini)


Selain itu program "Go Dukcapil" atau gerakan online Dukcapil dimana masyarakat bisa mengakses dari mana saja dengan mengirimkan data pengurusan melalui e-mail.

Ia menyebutkan untuk mengurus KTP elektronik, masyarakat bisa menyelesaikan dalam sehari saja. Pelayanan mobil keliling juga sangat membantu masyarakat di nagari yang jauh dari pusat kabupaten.

Walaupun ada kendala yang dihadapi petugas mobil keliling seperti jaringan yang lelet, petugas kewalahan karena banyaknya permintaan pengurusan, sedangkan petugas hanya tujuh orang dan ruangan mobil sempit.

Menurutnya pengurusan dokumen di kantor Disdukcapil pun tidak dibatasi sampai habis jam dinas saja. setiap hari petugas menyelesaikan pengurusan dokumen semua masyarakat yang datang hingga selesai.

"Dalam sehari kami bisa melayani 500 hingga 700 kepengurusan dokumen, sekarang paling banyak pengurusan KTP- E karena sedang pendfatran CPNS," katanya.

Pihaknya juga merasa tidak tega jika menolak pengurusan surat masyarakat yang datang terlambat, dan sudah jauh datang ke kantor Disdukcapil di Arosuka.(*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar