Cagar Budaya Syekh Burhanuddin terancam abrasi, Padang Pariaman butuh 12 batu grib

id Abrasi,Batu Grib,Cagar Budaya Syekh Burhanuddin

Warga berada di rumahnya yang nyaris roboh akibat abrasi, di Pantai Ulakan, kab.Padangpariaman, Sumatera Barat, Senin (16/7). Abrasi pantai tersebut bertambah parah, selain mengakibatkan jalan rabat beton hancur, sejumlah rumah permanen juga terancam roboh. ANTARA SUMBAR/Iggoy el Fitra/Maril/18

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, membutuhkan 12 batu grip guna mengatasi abrasi yang mengancam warga dan kawasan Cagar Budaya Syekh Burhanuddin di Kecamatan Ulakan Tapakis yang terjadi semenjak beberapa tahun lalu.

"Kami hanya mampu membangun tiga batu grip dengan dana sekitar Rp3 miliar," kata Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur di Parit Malintang, Rabu.

Ia mengatakan batu pemecah ombak tersebut sedang dalam pembangunan dengan jarak masing-masingnya 50 meter.

Untuk menahan ombak di sepanjang pesisir pantai tersebut, lanjutnya pihaknya membutuhkan sembilan batu grip lagi sehingga kawasan tersebut tidak lagi digerus ombak.

Ia menyatakan apabila pantai tersebut tidak segera dipasang batu pemecah ombak maka rumah warga akan rusak serta jalan milik provinsi dan cagar budaya akan terendam air.

Hal tersebut disebabkan karena posisi pantai lebih tinggi dari jalan dan cagar budaya.

Permohonan bantuan pembangunan batu grip untuk pantai tersebut telah disampaikan kepada berbagai pihak baik kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun ke Balai Wilayah Sungai Sumatera V namun hingga sekarang belum membuahkan hasil.

Bahkan Sekretaris Utama BNPB Dody Ruswandi telah datang mengunjungi lokasi abrasi tersebut pada tahun lalu.

Ia meminta kepada pemerintah pusat dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V untuk serius membantu menangani hal tersebut.

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengupayakan rehabilitasi kawasan Pantai Ulakan Tapakis karena kondisinya sudah memprihatinkan.

"Kita upayakan dengan berbagai cara baik dengan dua jalur dari BNPB maupun dengan cara lainnya," kata Sekretaris Utama BNPB, Dody Ruswandi saat meninjau Pantai Ulakan Tapakis, Kamis (14/9).

Ia mengatakan cara pertama yaitu menggunakan dana rehabilitasi dari instansi tersebut guna membangun batu grip sebagai pemecah ombak.

Bila perlu, lanjutnya rehabilitasi tersebut bisa menggunakan cara lainnya yaitu dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar