Banjir Senin sore di Padang Pariaman merusak 20 hektare sawah

id Padang Pariaman Banjir,Banjir Rusak Sawah

Sawah rusak di Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman, Sumbar karena diterjang banjir bandang pada Senin kemarin sekitar pukul 18.00 WIB, Selasa (2/10). (ANTARA SUMBAR/Aadiaat M. S)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Sekitar 20 hektare sawah milik enam kelompok tani di Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, rusak akibat diterjang banjir bandang yang terjadi pada Senin (1/10) sekitar pukul 18.00 WIB.

"Jadi kerugian yang ditimbulkan akibat banjir tersebut dari sektor pertanian sawah yaitu sekitar Rp144 juta," kata Kepala Dinas Peranian dan Ketahanan Pangan Padang Pariaman, Yurisman Yakub di Parit Malintang, Selasa.

Data tersebut, lanjutnya bersifat sementara karena pihaknya masih mendata sawah yang rusak akibat banjir bandang.

Ia menyampaikan sawah yang rusak akibat banjir tersebut tidak masuk ke dalam Asuransi Usaha Tani Padi.

Namun, pihaknya akan mengupayakan mendapatkan bantuan sarana produksi di antaranya bibit dan pupuk ke pemerintah provinsi agar petani dapat kembali bercocok tanam.

Selain sawah, banjir tersebut juga merusak irigasi sehingga tidak lagi mengaliri air ke sejumlah sawah.

"Kami masih mendata jumlah irigasi yang rusak, apakah irigasi jenis tersier atau yang lainnya," katanya.

Ia berharap ke depan petani daerah itu mengasuransikan sawahnya agar dapat memperoleh klaim asuransi ketika gagal panen baik karena bencana maupun hama.

"Dengan premi Rp36 ribu per sekali tanam maka petani bisa memperoleh klaimnya mencapai Rp6 juta per hektare," ujarnya.

Sebelumnya terjadi banjir bandang dan longsor di Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman.

Akibatnya dua rumah tertimbun longsor, serta sawah, tiga sapi, enam kambing, sejumlah ayam, dan itik hanyut dibawa arus. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar