Ratusan Pandeka dan Tuo Silek kumpul, ada apa gerangan ?

id silek

Ratusan Pandeka dan Tuo Silek Solok berkumpul di Lurah Ateh, Nagari Selayo. (Ist). (Antara Sumbar/istimewa)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Ratusan pandeka dan tuo silek bersilaturahim dan menampilkan atraksi silat di Dusun Lurah Ateh, Jorong Lurah Nan Tigo, Nagari Selayo, Kabupaten Solok, Sabtu malam.

"Tidak saya sangka, kalau sasaran silek bersilahturahmi bisa sebanyak ini, apalagi juga dihadiri Tuo-Tuo Silek masing-masing sasaran di Kota dan Kabupaten Solok," kata Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin di Solok.

Baginya, silek tradisi yang diwariskan secara turun temurun tidak bisa dilepaskan dari jati diri masyarakat Minang. Banyak falsafah hidup dan pelajaran yang terkandung dalam silek.

Menurut Yulfadri silek harus kembali hidup sebagai sebuah warisan yang harus dijaga, dipelihara dan tentunya harus diturunkan pada generasi selanjutnya.

"Silek merupakan salah satu cara mendidik dan membentuk generasi muda yang berkarakter dan menekan kenakalan remaja," katanya.

Pada kesempatan itu para pesilek memperagakan jurus Silek sesuai aliran yang dikembangkan di sasaran masing-masing.

Seketika, perhatian masyarakat seakan tertumpah di sasaran "silek tuo" Lurah Ateh.

Pakaian bernuansa hitam mewarnai lokasi sasaran. Mulai dari yang tua, tak ketinggalan pula remaja dan anak-anak pun ikut meski sudah larut malam.

Suasana semakin lengkap dengan hadirnya Wketua DPRD Hardinalis Kobal dan sejumlah anggota DPRD lainnya.

Tepuk riuh penonton membahana, tatkala para pandeka unjuk kebolehan, jurus nan apik hingga permainan pisau mengundang decak kagum.

Bukan saja para murid yang turun berlaga, tapi juga Tuo Silek. Gerak dan Langkah mencerminkan hidupnya silek dalam kehidupan mereka.

"Kami akan dukung pengembangan seni tradisi untuk tetap hidup ditengah masyarakat," katanya saat berbincang dengan Anggota DPRD Aurizal dan ketua Panitia Forem LA, Beni Asri.

Wabup berharap, kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan di Kabupaten Solok sehingga generasi muda semakin tertarik belajar "silek" atau dan terhindar dari kenakalan remaja.

Teks Foto : Ratusan Pandeka dan Tuo Silek Solok berkumpul di Lurah Ateh, Nagari Selayo. (Ist).

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar