Kemenag Sumbar: MTQ ajang pererat silaturahim sesama muslim

id MTQ Solok

Bupati Solok, Gusmal pada pembukaan MTQ ke XXXVIII tingkat kabupaten di Bukik Sundi. (Antara Sumbar/ Tri Asmaini).

Semarak acara MTQ ini sebaiknya juga berbanding lurus dengan aspek pendalaman dan penghayatan nilai-nilai Al Quran
Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Barat, Hendri meminta pelaksanaan Musyabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang digelar Pemerintah Kabupaten Solok dapat menjadi ajang silaturahim antarsesama muslimin sehingga tercipta persaudaraan yang erat di daerah setempat.

"Dengan adanya MTQ, kaum muslim dari semua kecamatan yang ada di Kabupaten Solok akan bertemu, jadi kedepankan semangat persaudaraan dan persatuan dalam meraih prestasi terbaik," kata dia pada pembukaan MTQ tingkat Kabupaten Solok ke XXXVIII di Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, daerah setempat, Jumat.

Kemudian MTQ juga tidak dapat dipisahkan dari upaya menumbuhkan kecintaan umat kepada Al Quran melalui kegiatan yang memadukan seni, ilmu dan agama.

Melalui MTQ akan menambah pengetahuan dan sarana memahami makna dan isi kandungan Al Quran sekaligus mengamalkannya.

"Semarak acara MTQ ini sebaiknya juga berbanding lurus dengan aspek pendalaman dan penghayatan nilai-nilai Al Quran," kata dia.

MTQ juga menjadi wahana mengajak masyarakat untuk menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup, petunjuk serta motivasi dan inspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih bermakna.

Ia berharap MTQ ini dapat memotivasi munculnya Qori, Qoriah dan Hafidz, Hafidzah yang berskala Sumatera Barat, dan nasional, yang nantinya membawa harum nama daerah.

Sementara Bupati Solok Gusmal menyebutkan kegiatan MTQ tingkat kabupaten akan menjadi ajang mencari qori dan qoriah terbaik untuk mengikuti ajang MTQ tingkat provinsi.

"Kami melihat dan menilai para kafilah Kabupaten Solok telah mempersiapkan diri dengan matang," katanya.

Pada sisi lain MTQ Kabupaten Solok harus menjadi ajang untuk mengajak masyarakat mau dan rajin membaca Al Quran sebagai pegangan hidup sebagaimana program yang telah dicanangkan yakni maghrib mengaji dan subuh berjamaah.

Kegiatan MTQ ini akan membentuk karakter masyarakat berdasarkan filosofi adat Minang yaitu 'Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah' atau adat bersendikan agama, dan agama berdasarkan kitab AL Quran.

Ketua Pelaksana MTQ Tingkat Kabupaten Solok, Efiyardi mengatakan MTQ ini akan berlangsung selama empat hari mulai dari 27 sampai 30 September 2018.

Mengangkat tema "Melalui kegiatan MTQ Nasional ke 38 pada 2018, mari kita jadikan Kabupaten Solok bergema (bergerak membaca Al Quran) dan bersinar (bersama, subuh indah, nyaman dan religius)."

MTQ ini diikuti sebanyak 558 orang ditambah official semua berbagai kecamatan.

"Saya mengucapkan terima kasih karena telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjadi tuan rumah," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar