Wujudkan tata keuangan yang tertib, perangkat nagari harus segera pahami Siskeudes.

id Siskeudes

Bupati Solok, Gusmal saat memberikan arahan pada sosialisasi Siskeundes di Padang. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Bupati Solok, Sumatera Barat, Gusmal terus menggali potensi dan melakukan pembinaan perangkat nagari sehingga memahami pengelolaan sistem keuangan desa (Siskeundes)

"Sosialisasi penting agar perangkat nagari memperbaiki kemampuan dan kualitas agar mampu bersaing lebih baik lagi dengan nagari lainnya dalam pengelolaan keuangan," kata Bupati Solok, Gusmal saat sosialisasi Siskeundes di Padang, Jumat.

"Agar ke depannya nagari lebih mandiri dalam mengelola seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki," ujarnya.

Ia berharap dengan adanya Siskeudes pemerintah nagari dapat mewujudkan tata kelola keuangan nagari yang bersih, tertib, efektif dan efisien, serta memaksimalkan pengelolaan keuangan nagari yang disertai dengan prinsip akuntabilitas.

"Melalui aplikasi Siskeundes tersebut dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti praktik penyalahgunaan anggaran di nagari," ujarnya.

Dengan besarnya aliran dana ke nagari-nagari baik dari kucuran APBD maupun APBN, perangkat Nagari dituntut lebih profesional dalam mengelola keuangan nagari.

Tahun 2018, 74 nagari yang ada di Kabupaten Solok mengelola total dana sebesar lebih kurang Rp 135 miliar (Rp72,5 miliar dari APBD dan Rp 62,9 miliar dari APBN).

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPMN) setempat Medison mengatakan perangkat nagari harus memahami lagi penggunaan siskeudes dalam pengelolaan dana nagari, agar aparat mendapatkan kemudahan saat melakukan proses pengelolaan keuangan, serta dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya.

"Diharapkan dengan memahami Siskeudes tersebut, dapat mewujudkan pengelolaan keuangan Nagari yang transparan, akuntabel dan partisipatif," katanya.

Kemudian, lanjutnya, aplikasi Siskeudes dibuat lebih sederhana, mudah dalam membuat laporan dan pertanggungjawabannya, dalam penerapan aplikasi Siskeudes ini perlu SDM (Sumber Daya Manusia) yang memadai, tentunya hanya bisa didapatkan melalui berbagai pelatihan dan bimbingan teknis.

"Kami sudah lakukan beberapa kali pelatihan, yang melibatkan 74 sekretaris Nagari, dan 74 orang operator Nagari, karena saat ini sangat penting pengelolaan keuangan di nagari secara profesional," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar