Musim hujan, warga Sumbar diimbau waspadai bencana alam

id banjir

Sejumlah warga melintasi banjir yang melanda daerah Jondul Rawang Barat, Padang, Sumatera Barat, Rabu (26/9). Hujan yang mengguyur Kota Padang dalam kurun waktu tiga jam dan buruknya aliran drainase mengakibatkan ratusan rumah warga terendam banjir. ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/ama/18

Padang, (Antaranews Sumbar) - Masyarakat Sumatera Barat diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan bencana banjir karena menurut prakiraan BMKG setempat, hujan lebat masih berpotensi terjadi pada beberapa daerah hingga tiga hari ke depan.

"Masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai harus tetap waspada, terutama jika hujan lebat turun cukup lama," kata Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman dihubungi dari Padang, Jumat.

Daerah yang memiliki curah hujan cukup tinggi dalam tiga hari ke depan menurut prakiraan BMKG adalah Pesisir Selatan, Mentawai, Padang Pariaman dan Kota Pariaman.

Hujan dengan intensitas sedang dan lebat diperkirakan terjadi di Pesisir Selatan pada Jumat (28/9) malam dan Mentawai pada dini hari.

Kemudian pada Sabtu (29/9) BMKG mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di Mentawai.

Pada Minggu (30/9) peringatan potensi hujan diberikan untuk Mentawai pada pagi hari, Pesisir Selatan untuk malam hari dan Padang Pariaman serta Pariaman pada dini hari.

Selain banjir, warga juga diminta waspada terhadap bencana longsor yang juga mengintai jika curah hujan tinggi.

Personel BPBD kabupaten dan kota terutama untuk daerah yang berpotensi hujan lebat juga diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dan menjaga koordinasi dengan BPBD tetangga dan provinsi.

"Kita selalu siap turun jika BPBD di daerah meminta," kata Erman.

Dalam dua minggu terakhir bajir terjadi pada tiga daerah di Sumbar diantaranya Padang Pariaman, Pesisir Selatan dan Padang.

Curah hujan yang tinggi dan lama membuat drainase dan sungai tidak sanggup menampung volume air hingga meluber ke jalan dan pemukiman.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar