Banjir landa Ujung Gading, Pemkab Pasaman Barat bantu kebutuhan pokok

id Korban banjir,Pasaman barat

Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat, Marwazi saat menyerahkan bantuan sejumlah kebutuhan pokok kepada korban banjir di daerah itu, Rabu (19/9)

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) -

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menyerahkan bantuan terhadap 155 kepala keluarga korban bencana alam banjir di Jorong Koto Sawah Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang, Rabu.

"Benar, kita menyerahkan bantuan dari Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah berupa kebutuhan pokok kepada korban banjir," kata Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat, Marwazi di Simpang Empat, Rabu.

Ia mengatakan bantuan itu merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian Pemkab Pasaman Barat kepada masyarakat yang mengalami dampak bencana banjir.

"Kita turut prihatin atas bencana yang terjadi. Ini musibah yang tidak bisa terelakkan. Intensitas curah hujan yang sangat tinggi menjadi penyebab terjadinya banjir beberapa hari ini," katanya.

Menurutnya pihaknya telah memberikan bantuan satu ton 500 kilo gram beras dan sembako lainnya kepada korban yang terkena dampak banjir.

Ia menyebutkan kondisi pemukiman penduduk setempat yang berada pada dataran rendah mengakibatkan daerah tersebut rawan terhadap bencana banjir.

"Cuaca memang akhir-akhir ini cukup ekstrem. Saya minta masyarakat terus waspada. Pemerintah akan terus membenahi seluruh infrastruktur yang ada baik itu akses jalan maupun irigasi untuk mengurangi dampak banjir," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Pasaman Barat, Try Wahluyo menyampaikan sebelumnya pihaknya telah berupaya melakukan normalisasi terhadap sungai di daerah setempat. Namun upaya tersebut belum dapat sepenuhnya dapat mengurangi risiko banjir.

"Sebelumnya kita sudah lakukan normalisasi terhadap sungai yang meluap di daerah ini. Tapi kenyataannya hanya mampu mengurangi dampak banjir. Belum dapat menyelesaikan secara menyeluruh," ujarnya.

Pihaknya ke depannya akan terus mengupayakan meminimalisir banjir. Saat ini untuk persoalan akses jalan sedang dikerjakan perbaikannya. Kemudian akan diikuti dengan pembuatan dan perbaikan drainase untuk mengurangi genangan air di badan jalan," katanya.

Ia berharap masyarakat selalu waspada dan siap siaga terhadap bencana alam. Didukung juga dengan memberikan laporan kepada BPBD setempat agar bencana yang terjadi dapat ditanggapi dengan cepat.

Salah satu korban banjir, Pianti (35) berharap pemerintah terus menggulirkan bantuan kepada masyarakat yang terkena banjir.

Disamping permukiman warga yang terkena banjir, sejumlah area persawahan warga disampaikan juga ikut digenangi banjir. Hal tersebut menjadi kendala bagi masyarakat setempat untuk melanjutkan aktifitas pertanian.

"Sampai saat ini genangan di area persawahan warga masih cukup dalam hingga mencapai bahu orang dewasa. Sejumlah tanaman padi terancam gagal panen," sebutnya.

Menurutnya satu minggu ini ia tidak bisa melakukan aktifitas pertanian. Mayoritas warga di lokasi banjir adalah petani. Ia berharap pemerintah terus memberikan perhatian kepada warga yang terdampak banjir. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar