BPKP bangun sarana diklat di Padang Pariaman

id bpkp

Sekretaris Utama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI, Dadang Kurnia (kanan) berfoto bersama Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, Ali Mukhni (kedua kanan) di gerbang Kawasan Terpadu Tarok, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Sabtu (15/9). ((ANTARA SUMBAR/Aadiaat M. S))

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI membangun sarana pendidikan dan pelatihan (Diklat) dengan luas lahan sekitar 20 hektare di Kawasan Terpadu Tarok City, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

"Kami sedang membuat rancangan gedung untuk memperkirakan anggaran yang dibutuhkan," kata Sekretaris Utama RI, Dadang Kurnia saat mengunjungi Kawasan Terpadu Tarok, Sabtu.

Ia menyebutkan gedung Diklat tersebut akan dilengkapi dengan penginapan dan sarana olahraga serta sarana pendukung lainnya.

Sarana pelatihan tersebut mendesak untuk segera dibangun karena Diklat BPKP di Ciawi saat ini tidak lagi dapat menampung banyaknya peserta.

Akibatnya pada 2017 BPKP hanya bisa melatih 13.000 peserta dari seluruh Indonesia, padahal permintaan untuk mengikuti pelatihan melebihi itu.

Peserta pelatihan tersebut tidak saja dari internal BPKP namun juga dari utusan pemerintah daerah di Indonesia, ujarnya.

Ia menyampaikan ditetapkannya pembangunan sarana Diklat BPKP di Padang Pariaman karena di daerah itu terdapat tanah negara yang potensial untuk dikembangkan.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni mengatakan Kawasan Terpadu Tarok City merupakan tanah milik negara seluas 697 hekrare.

Di lokasi tersebut rencananya akan dibangun perguruan tinggi, rumah sakit, dan lokasi pelatihan.

Sedangkan posisi sarana Diklat BPKP terdepat di dekat jalur tol Padang Pariaman-Pekanbaru.

"Posisinya tepatnya ada di sebelah rumah sakit vertikal," kata dia.

Ia menyatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menyiapkan setifikat tanah untuk BPKP dan mengantarkannya langsung ke kantor badan tersebut.*

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar