Cegah DBD, dua nagari di Solok di fogging

id foging

Petugas melakukan fogging di tempat-tempat berpotensi jadi sarang nyamuk. (Antara Sumbar/Tri Asmaini)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat melakukan fogging atau pengasapan ke daerah terdampak banjir agar terhindar dari nyamuk penyebab penyakit malaria dan demam berdarah.

"Upaya fogging perlu dilakukan sebab pascabanjir berpotensi terjadi perkembangbiakan nyamuk yang cukup tinggi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Sri Efianti di Arosuka, Jumat.

Ia berharap jangan sampai setelah bencana, masyarakat juga diserang penyakit menular yang disebarkan oleh nyamuk seperti Demam berdarah Dengue (DBD), malaria dan lainnya.

Selain itu, petugas juga membagikan bubuk abate untuk mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk di bak-bak penampungan air milik warga.

Pihaknya mengimbau warga agar tetap menjaga lingkungan yang berpotensi mengundang penyakit. Seperti tempat-tempat yang tergenang air dengan melakukan gerakan menimbun, menguras, membakar .

Fogging dilakukan di Nagari Kinari dan Muara Panas yang sebelumnya dihantam banjir bandang.

Sebelumnya, Dinkes juga telah melakukan operasi pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga melalui puskesmas dan posko kesehatan setempat.

Dinas kesehatan melakukan fogging di fasilitas umum seperti sekolah, pesantren dan lainnya yang terdampak banjir selain rumah.

Dari pantauan, sejumlah petugas tampak sibuk menyemprot ruang belajar sekolah, rumah warga hingga lingkungan yang berpotensi bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Untuk memberikan kenyamanan terhadap warga, pihak Dinkes juga membagi-bagikan masker gratis sehingga warga tidak terdampak kepulan asap dari mesin fogging.

Anak-anak balita juga diungsikan sementara waktu agar terhindar dari paparan asap. Fogging dan pembagian masker itu diakukan secara cuma-cuma untuk membantu masyarakat.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar