Kasus korupsi pengadaan instalasi air bersih Pariaman, Kejari: Khossan Katsidi baru kembalikan Rp1,9 M

id Tengku Imam Mulhakim

Kasi Pidsus Kejari Pariaman, Tengku Imam Mulhakim. (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar)

Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Kejaksaan Negeri Pariaman, Sumatera Barat, menyatakan terpidana kasus korupsi pengadaan instalasi air bersih di Kabupaten Padang Pariaman Khossan Katsidi baru mengembalikan Rp1,9 miliar dari Rp4,6 miliar total kerugian negara.

"Terpidana belum mengembalikan kerugian negara semuanya dan memilih kabur pada awal 2018," kata Kasi Pidsus Kejari Pariaman, Tengku Imam Mulhakim di Pariaman, Kamis.

Ia mengatakan sejak dilakukan pencekalan kepada terpidana pada 29 Januari 2018, Khossan Katsidi tidak kooperatif secara hukum.

Oleh karena itu pada 20 Februari 2018 Kejari Pariaman menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk memperoses hukum tersangka.

Terpidana berhasil ditangkap tim gabungan yang terdiri dari Kejari Pariaman, Kejati Sumbar dan Adhyaksa Monitor Center pada 5 September 2018 di daerah Jakarta Pusat, katanya.

"Setelah menerima informasi keberadaan terpidana, tim gabungan melakukan penjemputan ke Restoran Gandy Steak Jakarta Pusat yang sedang menikmati makan," ujarnya.

Saat ini lanjut dia, terpidana kasus korupsi tersebut telah dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Anak Air Padang, Sumbar.

Namun kata dia, Kejari Pariaman saat ini masih memburu salah seorang terpidana lainnya inisial RR yang melarikan diri sejak awal 2018.

"RR merupakan kerabat dari Khossan Katsidi yang juga merupakan pihak rekanan pada kasus korupsi pengadaan instalasi air bersih tersebut," ujar dia.

Terpidana Khossan Katsidi dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dengan denda Rp200 juta oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Padang.

Khossan Katsidi akan menjalani hukuman penjara selama tujuh tahun, sesuai putusan Mahkamah Agung RI nomor 2185/K/Pid.Sus/2016 tertanggal 29 Mei 2017. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar