Budidaya udang vaname mulai digarap investor seluas 4,5 hektare di Agam

id budidaya udang vaname

Investor meninjau lokasi pengembangan budidaya udang vaname di Labuan, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam.  (Antara Sumbar/Yusrizal)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Investor dari Kota Padang, Sumatera Barat, mengembangkan budidaya udang vaname seluas 4,5 hektare di Gasan Gadang, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Rabu, mengatakan pengembangan udang vaname sedang proses pembukaan lahan dan pengurusan izin.

"Lahan seluas 4,5 hektare itu sudah dibeli oleh investor dan mereka sudah mengurus izin Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu dan Tenaga Kerja Agam," katanya.

Dalam waktu dekat, tambak udang vaname itu akan beroperasi dan beberapa bulan ke depan sudah bisa panen.

Lokasi tersebut sangat cocok untuk budidaya udang vaname, karena berdekatan dengan pantai.

Di Agam ada sekitar 200 hektare lahan yang cocok untuk pengembangan budidaya udang vaname. Lokasi itu berada di Nagari Tiku Selatan seluas lima hektare dan Tiku Lima Jorong seluas 150 hektare.

"Investor sedang menjajaki pengembangan udang vaname di Tiku Lima Jorong. Mudah-mudahan pada tahun depan sudah beroperasi," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya mendukung investor untuk mengembangkan udang vaname di daerah itu.

Ini dalam rangka untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, karena dengan adanya pengembangan udang vaname tersebut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

"Ini tujuan kita dalam meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar," katanya.

Budidaya udang vaname saat ini menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan, karena masa panen lebih cepat sekitar 50 sampai 60 hari.

Sementara harga udang vaname terbilang cukup mahal sekitar Rp40.000sampai Rp50.000per kilogram.

Udang vaname atau "Litopenaeus vannamei" merupakan salah satu jenis udang introduksi yang akhir-akhir ini banyak diminati, karena memiliki keunggulan seperti, tahan penyakit, pertumbuhannya cepat dan lainnya.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Membangun Bersama Membela Bangsa Agam, Lukman berharap pemerintah setempat memberikan kemudahan bagi investor dalam mengurus izin.

Selain itu, masyarakat mendukung investor dalam menginvestasikan dananya dalam mengembangkan budidaya udang tersebut, karena dampak sangat dirasakan masyarakat sekitar.

"Mari kita dukung investor dan jangan pernah diganggu," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar