Pelajar terdampak banjir Solok butuh alat tulis

id banjir solok

Kondisi salah satu sekolah saat banjir bandang pada 6 September 2018. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Pelajar di Nagari Kinari dan Muaro Paneh, Kecamatan Bukik Sundi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, yang daerahnya dilanda banjir bandang pada 6 September, membutuhkan perlengkapan sekolah.

"Salah satu yang menjadi kebutuhan mendesak warga saat ini adalah alat tulis sekolah. Sebab banyak yang tak ada yang bisa diselamatkan ketika banjir," kata salah seorang guru di daerah itu, Sri di Muara Panas, Senin.

Pada saat banjir, arsip-arsip buku siswa dan arsip sekolah terdampak banjir, termasuk alat peraga mengajar yang terbuat dari kertas sebab banjir datang saat malam hari.

Ia berharap, ada berupa bantuan alat tulis sekolah, seperti pena, buku tulis, buku gambar dan lainnya sehingga anak-anak bisa bersekolah seperti sedia kala.

Pascabanjir sejumlah sekolah di Muaro Paneh dan Kinari terpaksa meliburkan muridnya lantaran kondisi sekolah yang belum memungkinkan untuk melaksanakan Proses belajar mengajar (PBM).

"Hari ini sudah mulai kembali sekolah di MIN Balai Pinang, mungkin sekolah lain juga akan kembali mulai aktif," ujarnya.

Kondisi saat ini, setelah banjir yang merendam ratusan rumah dan fasilitas umum di Nagari Kinari dan Muaro Paneh, Kecamatan Bukik Sundi, masyarakat masih sibuk bersih-bersih rumah dan jalan.

Sebagian warga masih ada yang sibuk merapikan dan membersihkan pakaian, kasur, selimut, dan perabotan rumah tangga yang terendam banjir.

Banjir bandang melanda Nagari Muaro Panas, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, akibat hujan deras yang mengguyur sebagian daerah itu, Kamis malam (6/9).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Dasril mengatakan banjir bandang mulai merambah rumah warga sekitar pukul 21.00 WIB.

Nagari yang terdampak banjir ada sekitar tiga nagari yaitu Muara Panas, Kinari, Dilam. Air pada malam hari naik hingga semeter dan surut pada pagi hari sekitar pukul 03.00 WIB. ***4***
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar