Pesta Tabuik, 574 polisi disiapkan

id Tabuik,Pesta Tabuik,Tabuik Pariaman

Kapolres Kota Pariaman AKBP Andry Kurniawan (ANTARA SUMBAR/Muhammad Zulfikar)

Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor (Polres) Kota Pariaman, Sumatera Barat menyiapkan 574 personel dalam rangka pengamanan event Pesta Budaya Tabuik yang digelar 11 hingga 23 September 2018.

"Selain aparat kepolisian, pengamanan juga melibatkan langsung unsur TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Perhubungan Kota Pariaman," kata Kapolres Kota Pariaman AKBP Andry Kurniawan di Pariaman, Senin.

Ratusan personel tersebut ditempatkan di setiap lokasi prosesi pesta budaya tabuik dan dimulai dari pengamanan pawai 1 Muharram yang jatuh pada 11 September 2018.

Kemudian setelah itu dilanjutkan pengamanan prosesi "Maambiak Tanah", "Manabang Batang Pisang" hingga tabuik dibuang ke laut lepas pada 23 September.

Pihak kepolisian juga menyiapkan satu unit mobil water canon guna mengantisipasi terjadinya kericuhan saat "Basalisiah" atau pertemuan dua kubu Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang.

"Biasanya setiap kedua kubu tabuik bertemu, selalu terjadi bentrokan hal inilah yang perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan konflik," katanya.

Untuk memperlancar arus lalu lintas pihaknya juga melakukan rekayasa lalu lintas pada hari puncak pesta budaya tabuik yang kerap menimbulkan kemacetan di beberapa titik.

Terkait rencana kedatangan Presiden Joko Widodo pada pesta budaya Tabuik, hingga saat ini Polres Pariaman belum mendapatkan kepastian dari pemerintah daerah.

"Informasinya bapak Presiden memang akan datang berkunjung ke Pariaman, namun kami masih menunggu perkembangannya," ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Elfis Candra mengatakan hingga saat ini pemerintah daerah belum mendapatkan informasi kepastian kedatangan Presiden pada pesta budaya tabuik.

"Kami masih menunggu balasan resmi dari pusat, namun jika Presiden berhalangan hadir diharapkan ada perwakilan dari Kementerian Pariwisata," katanya.

Pesta budaya tabuik merupakan perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Imam Husein, cucu Nabi Muhammad SAW, yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di daerah pantai Sumatera Barat, khususnya di Kota Pariaman.

Festival ini termasuk menampilkan kembali pertempuran Karbala, dan memainkan gendang tassa. Tabuik merupakan istilah untuk usungan jenazah yang dibawa selama prosesi upacara tersebut.

Kegiatan tersebut dilakukan juga untuk menarik para wisatawan dari berbagai daerah ke Kota Pariaman. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar