Agam segera surati Pertamina terkait kelangkaan LPG

id LPG

Stok LPG 3 kg tersedia di salah satu pangkalan Pesisir Selatan. Foto diambil Kamis, 29 Juni 2017 jam 11.30 di pangkalan PT Nita Kastara Energi, Pasar Kambang Kecamatan Lengayang. (ANTARA SUMBAR/Istimewa)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam segera menyurati PT Pertamina agar melakukan operasi pasar untuk menyikapi langkanya Liquified Petroleum Gas (LPG) yang menyebabkan harga naik.

"Kita segera surati Pertamina jika ada permohonan resmi dari masyarakat," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Agam, Nelfia Fauzana di Lubukbasung, Minggu.

Surat permohonan dari masyarakat itu bisa melalui wali jorong setempat sebagai dasar bagi pemerintah daerah untuk meminta Pertamina.

LPG tiga kilogram di Agam mulai langka semenjak awal September 2018, diduga akibat persediaan mulai menipis di pasaranpasca penambahan kuota pada Idul Adha.

Akibatnya harga LPG 3 kilogram itu naik signifikan di tingkat pengecer hingga Rp32 ribu per tabung, salah satunya diKecamatan Tanjung Raya, padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp16.500 per tabung.

Salah seorang warga Kecamatan Lubukbasung, Artini (47) mengatakan semenjak awal September 2018 susah sekali mendapatkan LPG tiga kilogram.

"Saya sudah mencari dibeberapa pangkalan dan pedagang pengencer di daerah itu, namun LPG tiga kilogram sudah habis," katanya.

Ia terpaksa beralih ke LPG 5,5 kilogram karena pasokan masih tersedia dan harganya Rp75 ribu per tabung.

Ia berharap LPG tiga kilogram itu kembali tersedia di pasaran karena sangat membantu terutama untuk warga kurang mampu.*

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar