Perempuan di Nagari Kapujan Koto Berapak produksi sirup pala

id sirup pala

Kelompok Bayang Bungo Indah memperlihatkan olahan sirup dari daging pala. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Painan, (Antaranews Sumbar) - Nagari (Desa Adat) Kapujan Koto Berapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengembangkan minuman kesehatan berupa sirup pala yang dibuat dari olahan daging buah pala sejak setahun terakhir.

"Sebelum mengolah daging buah pala menjadi sirup biasanya daging buah tersebut kami buang setelah bijinya diambil," kata Ketua Kelompok Bayang Bungo Indah, Kapujan Koto Berapak, Sri Hastati di Painan, Kamis.

Saat ini anggota kelompok itu mencapai 68 orang yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan meraih omzet sekitar Rp4 juta setiap bulan.

"Kami bersyukur salah satu hotel di Kota Padang tertarik dengan produk kami dan hingga saat ini kami terus memasarkannya ke sana," ungkapnya.

Dalam upaya memaksimalkan usaha yang baru dirintisnya itu, pihaknya telah mendapat sokongan anggaran dari pemerintah nagari setempat.

"Kami telah mendapat sokongan anggaran Rp30 juta dari pemerintahan nagari, semoga dengan dana itu kami bisa berkembang sekaligus memberikan bukti bahwa anggaran yang dikucurkan tidak sia-sia," sebutnya.

Dana tersebut direalisasikan untuk membeli mesin pengelola buah pala sehingga pengelolaannya tidak lagi secara manual.

Sementara itu, Wali Nagari setempat, Supardi menyebutkan nagari yang dipimpinnya merupakan penghasil biji buah pala terbesar di kecamatan itu, dengan adanya pengelolaan daging buah pala memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat sekitar.

"Biasanya setelah biji buah pala diambil maka dagingnya akan dibuang namun setelah adanya pengelolaan sirup, daging buah pala dihargai Rp2 ribu per kilogram," sebutnya.

Terkait pengembangannya kedepan pihaknya telah membicarakannya dengan pejabat kabupaten setempat, selain itu pihaknya juga berencana menggandeng Badan Usaha Milik Nagari setempat dalam pemasarannya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar