Pegawai honorer Dinas Kesehatan Pasaman Barat kemalingan, Rp160 Juta Raib

id Kemalingan

Kaca mobil Swif milik pegawai honor Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gusni Indra dipecah maling dan uang senilai Rp160 juta raib digondol maling.

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) - Aksi maling terus kembali marak di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Kali ini uang senilai Rp160 juta milik pegawai honorer Dinas Kesehatan setempat hilang dibawa maling.

"Benar, kejadian itu begitu cepat terjadi dengan memecah kaca samping sebelah kiri mobil suzuki swif saya dan mengambil uang Rp160 juta yang berada di atas jok mobil," kata korban, Gusni Indra (36) di Simpang Empat, Kamis.

Ia mengatakan kejadian itu barawal ketika Rabu (5/9) sekitar pukul 14.30 WIB, ia mengambil uang senilai Rp90 juta pada Bank Nagari Simpang Empat dan disimpan di dalam tas. Setelah itu diletakkan di dalam mobil.

Kemudian, ia pulang kerumah dan mengambil uang senilai Rp70 juta lagi yang sudah ada di rumahnya. Setelah uang itu digabung dalam plastik kembali diletakkan ke dalam mobil.

"Karena ada sedikit keperluan ke Padang Tujuh tepatnya di dekat Kantor Dinas Lingkungan Hidup maka mobil saya parkirkan dekat jalan," katanya.

Kemudian ia pergi ke tempat temannya yang berjarak sekitar 20 meter dari mobil. Sekitar pukul 17.30 WIB Rentang 30 menit ia kembali ke mobil dan melihat kaca mobilnya sudah pecah.

"Saya sangat terkejut melihat kaca mobil pecah. Dilihat uang yang berada di atas kursi belakang sudah tidak ada lagi," ujarnya.

Ia sebelumnya tidak memiliki firasat akan mendapatkan musibah kehilangan uang. Bahkan selama perjalan dari Bank Nagari ke Padang Tujuh tidak terlihat ada yang mengikuti.

"Saya sudah melapor ke pihak kepolisian. Mudah-mudahan pelaku dapat ditangkap," harapnya.

Sementara itu Kepala Satuan Reskrim Polres Pasaman Barat, AKP AKP Denny Catur Wardhana membenarkan kejadian itu.

"Saat ini masih penyelidikan. Sejumlah saksi sedang diperiksa termasuk korban. Kita akan terus berupaya mengejar pelaku," tegasnya. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar