Ini persiapan yang dilakukan Pariaman menuju kota layak anak

id hari anak nasional

Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar (tengah) sedang melakukan dialog dengan para anak berprestasi pada peringatan hari anak nasional ke 18. (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar)

Para guru yang memiliki anak didik penyandang disabilitas, diminta lebih optimal dan penuh kesabaran dalam mentransformasikan ilmu demi pemenuhan hak anak
Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, menyatakan siap menuju kota layak anak pada 2019 dengan menyiapkan beberapa sarana dan prasarana pendukung.

"Beberapa sarana dan prasarana yang telah disiapkan seperti taman bermain, kawasan wisata tematik, area skate park, area bermain sepatu roda, dan lokasi bersepeda, termasuk Puskesmas layak anak," kata Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Rabu usai kegiatan peringatan hari anak nasional ke 18.

Selain itu, pemerintah setempat juga membangun fasilitas publik yang ramah terhadap para penyandang disabilitas seperti trotoar dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Bahkan katanya, pemerintah daerah juga memberikan kesempatan kepada anak penyandang disabilitas untuk menimba ilmu di sekolah umum.

Khusus para anak penyandang disabilitas yang menimba ilmu di sekolah umum, pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pendidikan memberikan arahan khusus kepada tenaga pendidik.

"Para guru yang memiliki anak didik penyandang disabilitas, diminta lebih optimal dan penuh kesabaran dalam mentransformasikan ilmu demi pemenuhan hak anak," ujar dia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman, Alfian Harun mengatakan peringatan hari anak nasional merupakan momentum semua pihak dalam memperhatikan berbagai kebutuhan anak Indonesia.

Berdasarkan arahan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) para anak Indonesia didorong agar menjadi Gesit, Empati, BeraNI, Unggul dan Sehat (Genius).

Menurutnya salah satu persoalan anak Indonesia saat ini ialah kegemaran dalam menggunakan gawai berlebihan sehingga menimbulkan beberapa dampak kurang baik.

"Penggunaan gawai berlebihan menimbulkan persoalan terhadap perkembangan kepribadian anak tersebut, oleh karena itu orang tua perlu memperhatikannya," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar