UNP jadi tuan rumah rapat pimpinan nasional Forpimpas se-Indonesia

id UNP,Forpimpas

Wakil Rektor I Prof Yunia Wardi (kiri) didampingi Wakil Rektor IV UNP Prof Syahrial Bachtiar (tengah) dan Direktur Pascasarjana UNP Prof Yenni Rozimela (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait Rapimnas Forimpas se-Indonesia yang digelar di UNP, 6-7 September 2018. (Antara Sumbar/ Mario Sofia Nasution)

Rapimnas ini bertujuan untuk merumuskan pola dan model serta strategi pascasarjana dan LPTK negeri dalam menghadapi revolusi industri 4.0
Padang, (Antaranews Sumbar) - Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Forum Pimpinan Pascasarjana (Forpimpas) se-Indonesia yang akan digelar selama dua hari 6-7 September 2018.

Wakil Rektor I UNP Prof Yunia Wardi saat jumpa pers di Padang, Rabu mengatakan forum ini nantinya akan membahas isu-isu pendidikan mulai dari pendidikan vokasi, literasi, pengembangan kurikulum berdasarkan riset, publikasi ilmiah dan manajemen penguatan tata kelola pascasarjana.

"Rapimnas ini bertujuan untuk merumuskan pola dan model serta strategi pascasarjana dan LPTK negeri dalam menghadapi revolusi industri 4.0," kata dia.

Selain itu dalam menyambut Rapimnas juga digelar seminar internasional International Conference on Innovation iniu Education (ICoIE) yang diikuti sekitar 500 peserta dari seluruh Indonesia

Kegiatan ini akan diikuti 12 Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan (LPTK) mulai dari UNP, Universitas Medan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Putra Indonesia (UPI), UNNES, Univeritas Negeri Yogyakarta (UNY), Unesa, Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Makassar (UNM)

Kemudian Universitas Manado, Universitas Negeri Gorontalo, dan Universitas Pendidikan Ganesa Singaraja.

"Peluang untuk membuat nota kesepahaman antara universitas tersebut tentu cukup besar, seperti kerja sama dalam bentuk pertukaran mahasiswa melalui persamaan kurikulum," kata dia.

Ketua Panitia Rapimnas Forpimpas Prof Yenni Rozimela mengatakan forum Forpimpas merupakan acara tahunan yang dihadiri pimpinan pascasarjana, ketua prodi bidang ilmu keguruan untuk membahas persoalan pendidikan nasional.

"Hasil pertemuan nanti akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah dalam memajukan pendidikan," kata dia.

Sementara untuk seminar internasional akan ada pembicara utama dari lima negara yakni Prof Inge Schwank dari University of Cologne Germany, Prof Mansor bin Abu Thalib dari University Malaysia, John Wee Yeo yang merupakan konsultan dan peneliti dari Singapura.

Kemudian Dr Gumpant Boriboon dari University of Srinakharinwirot Thailand dan Prof Nurhizrah Gistituati dari Universitas Negeri Padang.

"Kita berharap dalam pertemuan ini dapat dibentuk silabus dan bahan ajar pascasarjana yang memiliki standar yang sama di seluruh Indonesia," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar