Satpol PP Pasaman Barat amankan 23 Wanita Pemandu Karaoke

id Wanita malam,Satpol PP Pasaman Barat

Kasat Pol PP Pasaman Barat, Edi Busti saat memeriksa 23 wanita pemandu karaoke yang diamankan di sejumlah kafe pada Selasa (4/9).

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengamankan 23 wanita pemandu karaoke dari sejumlah kafe dan tempat hiburan malam di daerah itu.

"Benar, kami mengamankan pemandu karaoke pada pada Selasa (4/9) dinihari," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pasaman Barat, Edi Busti di Simpang Empat, Selasa.

Ia mengatakan 23 wanita tersebut diamankan karena dinilai melanggar Peraturan Daerah yakni menjadi pemandu karaoke yang beroperasi di luar batas waktu. Beberapa diantaranya tidak memiliki indentitas.

Menurutnya puluhan wanita tersebut diamankan dan dibawa ke markas Satpol PP Pasaman Barat karena dinilai sudah melanggar aturan.

Sebab, katanya berdasarkan Perda Pasaman Barat karaoke atau tempat hiburan malam tidak diperbolehkan menyediakan operator atau OP dan dilarang beroperasi tanpa izin serta melampaui batas waktu yang ditentukan.

"Saat ini satu persatu wanita tersebut diperiksa secara intensif oleh petugas. Jika terbukti adanya yang bekerja sebagai pekerja sek komersial maka akan ditindak tegas dan dilakukan rehabilitasi ke Panti Andam Dewi di Kabupaten Solok," tegasnya.

Jika tidak terbukti maka yang bersangkutan akan di proses dan membuat perjanjian sebelum dijemput oleh keluarga bersangkutan.

Ia menjelaskan razia tempat hiburan malam dan kafe ini sebagai cara menghapus penyakit masyarakat dan maksiat di Pasaman Barat. Karena belakangan ini petugas mengindentifikasi pertumbuhan kafe atau tempat hiburan malam di Pasaman Barat cukup tinggi dan bermunculannya wanita penghibur.

Setelah didata sementara diketahui sebagian besar wanita yang diamankan berasal dari daerah luar Pasaman Barat.

Kepada petugas mereka mengaku berasal dari luar Sumbar dan bekerja sebagai pendamping atau pemandu lagu di sejumlah tempat hiburan malam.

Ia berjanji kedepan akan terus gencar melakukan razia tempat hiburan malam dan aksi maksiat lainnya di Pasaman Barat.

Ia meminta bantuan dari masyarakat untuk memberikan laporan apabila melihat atau mengetahui adanya tempat hiburan malam yang mengarah kepada maksiat.

Selain itu saat ini petugas juga berupaya melakukan razia tempat hiburan malam ilegal atau tidak memiliki izin.

"Mohon dukungan semua pihak dalam rangka memberantas maksiat yang sudah meresahkan masyarakat," harapnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar