Ketua MPR Hidayat Nur Wahid ajak masyarakat tidak golput di pemilu 2019

id Hidayat Nur Wahid

Wakil Ketua MPR-RI, Hidayat Nur Wahid. (Antara)

Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan kedaulatan saat ini ada di tangan rakyat, karena itulah rakyat tidak boleh bersikap untuk tidak memilih atau golput dalam pemilu 2019.

"Rakyatlah yang akan menghadirkan Indonesia yang lebih baik melalui peran serta mereka. Karena itu jangan Golput. Jangan juga mengkafirkan Indonesia. Jangan juga 'menthogutkan' Indonesia," kata Hidayat Nur Wahid di Cipanas, Jawa Barat, Sabtu.

"Indonesia ini adalah negara Anda sendiri, negara kita semua," tambahnya pada sosialisasi Empat Pilar MPR kerjasama MPR dan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah di SMA Muhammadiyah Cipanas, Jawa Barat.

Lebih lanjut Hidayat mengharapkan pada tahun politik ini, warga bangsa memahami bahwa kedaulatan sekarang ini ada di tangan rakyat. Karena itu, rakyat tidak golput.

"Pemilu adalah salah satu bab baru dalam UUD NRI tahun 1945. Dalam tahun politik ini sangat penting warga bangsa memahami bahwa kedaulatan sekarang ini ada di tangan rakyat," katanya.

Menurut Hidayat, rakyatlah yang akan menentukan Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Dia menjelaskan Indonesia adalah negara warisan perjuangan 'founding fathers' dan 'founding mothers'.

"Kita penting menjaganya melalui peran serta kita. Peran serta itu adalah demokrasi melalui Pemilu," ujar politisi PKS ini.

Dalam sosialisasi EMpat Pilar itu, Hidayat juga menyinggung pentingnya memahami kedaulatan rakyat sesuai ketentuan UUD dan memahami makna dari pemilihan umum dan pemilihan presiden.

"Maka harapan saya Pemilu serentak yang akan datang adalah melanjutkan warisan hasil perjuangan dari para tokoh bangsa untuk dinikmati generasi yang akan datang," paparnya.

Menurut dia, melalui pemilu dan pilpres berkualitas akan menghadirkan anggota dewan dan pemimpin nasional yang berkualitas.

"Dengan cara itulah kita memastikan bahwa Indonesia bisa kita wariskan kepada generasi yang akan datang," katanya.

Bagi Hidayat, sosialisasi Empat Pilar menjadi bukti bahwa warga bangsa Indonesia melalui ormas-ormas, para pemuda, kalangan terpelajar, sampai ke daerah-daerah, mereka sangat cinta Indonesia, cinta Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Dengan semangat ini kami yakin Indonesia akan terjaga. Tapi penting juga untuk saling berkomunikasi, memberi perhatian atau atensi dan MPR siap mendukung," kata Hidayat.

Sosialisasi Empat Pilar MPR untuk menyegarkan kembali komitmen berbangsa dan bernegara, mencintai Indonesia, keragaman Indonesia, termasuk komitmen bahwa Indonesia sebagai negara hukum, masalah kedaulatan rakyat, hak asasi manusia dan Pemilu. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar