Panganan tradisional Pesisir Selatan menjadi sajian Peserta Munas BUMDes

id Munas BUMDes,KWBT Mandeh,Makanan Tradisional Pesisir Selatan

Perairan KWBT Mandeh. (Antara Sumbar/Didi Someldi Putra)

Painan, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak 550 peserta forum Musyawarah Nasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hari kedua pada Selasa (28/8) di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat akan menikmati sajian panganan tradisional daerah setempat.

"Selain kue singgang, juga ada putu kambang, palai bada, karupuak kuah dan lainnya," kata Ketua Forum BUMDes Indonesia Sumatera Barat, F. Ferdi dihubungi di Painan, Senin.

Dengan adanya sajian panganan khas itu pihaknya berharap peserta munas tidak hanya mengenal Pesisir Selatan karena keindahan objek wisatanya namun juga karena panganannya.

Sesuai rencana Munas BUMDes hari pertama akan dilaksanakan di Universitas Negeri Padang, selanjutnya di KWBT Mandeh tepatnya di Nagari Carocok Anau.

"Lokasi munas berada persis di pinggir perairan Mandeh, sehingga jika ada peserta yang jenuh bisa kembali segar setelah melihat keelokan perairan Mandeh," tambahnya.

Ia mengatakan peserta munas diperkirakan tiba di Nagari Carocok Anau sekitar jam 10.30 WIB pada Selasa (28/8), selanjutnya disambut dengan Tari Galombang yang merupakan tari sambutan khas provinsi setempat.

Selanjutnya peserta diberi keleluasaan menikmati keindahan kawasan Mandeh mulai dari gugusan pulau hingga perairannya hingga jam makan siang.

Setelah makan siang peserta akan mengikuti beberapa kegiatan mulai dari seminar, peluncuran program BUMDes, pergelaran budaya, BUMDes award dan juga deklarasi Mandeh.

"Suatu kehormatan bagi kami mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah forum munas BUMDes yang pertama ini dan mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai rencana," sebutnya.

Kawasan Mandeh merupakan salah satu destinasi wisata andalan Pesisir Selatan, selain perairannya yang tenang pulau-pulau di sana juga mampu membius ribuan orang yang pernah berkunjung untuk kembali berkunjung karena keindahan dan keeksotisannya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar