Polisi Pasaman Barat tangkap bandar sabu-sabu, barang dipesan dari Medan

id Sabu

Kepala Kepolisian Resor Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso didampingi Kasat Resnarkoba, AKP Aleyxi Aubeyddillah bersama tersangka bandar narkoba, DLJ (31) memperlihatkan barang bukti sabu-sabu yang diamankan sebanyak 83 gram.

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) - Jajaran Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat, menangkap bandar narkoba jenis sabu-sabu inisial DLJ (31) dan mengamankan barang bukti sebanyak 83 gram di Rambah Jorong Ampek Koto Barat, Kecamatan Kinali Pasaman Barat.

"Tersangka bersama barang bukti kita tangkap pada Jumat (10/8) malam sekitar pukul 21.15 WIB. Saat ini tersangka masih diperiksa," kata Kapala Polres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso didampingi Kepala Satuan Res Narkoba AKP Aleyxi Aubeyddillah di Simpang Empat, Sabtu.

Ia mengatakan tersangka merupakan bandar narkoba sekaligus pemakai. Sabu-sabu itu sudah dibungkus plastik putih dengan jumlah 13 paket besar siap diedarkan kepada calon pembelinya. Polisi juga menyita barang bukti berupa uang Rp115.000 dan bong alat pengisap sabu-sabu.

"Ini adalah penangkapan sabu-sabu terbesar sepanjang sejarah Pasaman Barat. Kita sangat prihatin dengan maraknya peredaran narkoba berbagai jenis di daerah ini dengan sasaran kaula muda," ujarnya.

Menurutnya, penangkapan terhadap bandar narkoba ini memang sudah lama menjadi incaran kepolisian. Saat ini pihaknya sedang melakukan pengembangan kasusnya untuk mencari tersangka lainnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka kepada polisi sabu-sabu tersebut dipesan di daerah Medan, Sumatera Utara (Sumut) dantransit di Pekanbaru.

Selanjutnya dikirim ke Pasaman Barat setelah uang ditransfermelalui rekening bank. Sabu-sabu itu kemudian dikirim ke Pasaman Batat melalui jasa travel.

"Pemesanan sabu-sabu ini melalui transfer bank. Begitu uang dikirim, maka barang siap dipaketkan sesuai alamat pemesan,” tambah Kasat Res Narkoba Aleyxi Aubeyddillah.

Menurutnya jika dinilai dengan uang, maka harga sabu-sabu yang ditangkap tersebut mencapai Rp100 juta.

Tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 114 ayat (2) jo ayat (2) Undang-UndangNo 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 18 tahun penjara karena tersangka diduga bandar sabu-sabu.

Ia menjelaskan pihaknya sekarang memang sedang gencar melakukan operasi tumpas bandar singgalang 2018.

Dengan operasi tersebut, jajaran Polres Pasaman Barat memang berkomitmen untuk memberantas bandar narkoba di Pasaman Barat menyelamatkan generasi masa depan.

Sebab, Pasaman Barat memang menjadi sasaran pengedar narkoba dari berbagai daerah sebab terletak diperlintasan Sumatera.Umumnya narkoba masuk dari Aceh, Medan, dan Pekanbaru.

Ia menambahkan sejak Januari 2018 jajaran Satres Narkoba Pasaman Barat telah memperkarakan 25 perkara kasus narkoba dengan 30 orang tersangka, yang didominasi kasus sabu. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar