Agam targetkan PAD sebesar Rp390 juta dari 158 unit menara telekomunikasi

id Fauzan Helmi Hutasuhut

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Fauzan Helmi Hutasuhut. (Antara Sumbar/Yusrizal)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari 158 unit menara telekomunikasi sebesar Rp390 juta selama 2018.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agam, Fauzan Helmi Hutasuhut di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan target ini sesuai dari hitung-hitungan yang telah dilakukan dari 158 unit menara telekomunikasi yang tersebar di 16 kecamatan di daerah itu.

"Retribusi menara telekomunikasi ini telah diatur oleh Peraturan Daerah No 1 Tahun 2017 tentang Pajak dan Retribusi Daerah," katanya.

Ke 158 unit menara itu milik tujuh propaider yakni, PT Telkomsel sebanyak 67 unit, PT Tower Bersama 22 unit, PT XL Axiata empat unit.

Lalu PT Indosat 12 unit, PT Daya Mitratel 10 unit, PT Protolindo 36 unit dan PT Solusi Tunas Pratama tujuh unit.

"Jumlah menara itu berdasarkan pendataan yang kita lakukan pada 2017," katanya.

Ia menambahkan, realisasi PAD menara telekomunikasi itu masih nol, karena masih dalam tahap proses.

Saat ini Badan Keuangan Daerah setempat telah mengeluarkan surat keterangan retribusi daerah (SKRD) atau surat penagihan.

Setelah SKRD diterbitkan, maka pemilik menara itu membayarkan retribusi ke kas daerah.

"Berkemungkinan retribusi ini masuk ke kas negara dalam waktu dekat, sehingga pada Desember 2018 sudah masuk seluruhnya," katanya.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Membangun Bersama Membela Bangsa Agam, Lukman berharap agar dinas terkait melakukan berbagai upaya agar target PAD akan tercapai.

Selain itu melakukan berbagai terobosan dalam meningkatkan PAD dari menara telekomunikasi.

"Dengan cara itu, maka masyarakat merasakan pembangunan infrastruktur dari pajak yang dikumpulkan," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar