Dolar AS melonjak di tengah kekhawatiran geopolitik

id Dolar AS

(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc/18.)

New York, (Antaranews Sumbar) - Kurs dolar AS melonjak terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), ketika Presiden AS Donald Trump secara resmi menggandakan tarif pada produk baja dan aluminium dari Turki, masing-masing menjadi 50 persen dan 20 persen.

Ketegangan meningkat antara kedua negara atas penahanan seorang pendeta Amerika oleh Turki. Trump men-tweet pada Jumat (10/8) bahwa hubungan AS-Turki "tidak bagus saat ini!".

Trump menambahkan bahwa mata uang Turki Lira "meluncur turun dengan cepat terhadap Dolar kami yang sangat kuat!"

Lira Turki telah jatuh lebih dari 10 persen sejak pekan lalu, ketika Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap dua menteri Turki. Jumat (10/8) pagi, mata uang Lira mencapai titik terendah sepanjang waktu di 6,30 terhadap dolar AS.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen AS untuk Semua Konsumen Perkotaan meningkat 0,2 persen pada Juli pada basis disesuaikan secara musiman, sesuai dengan estimasi pasar, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada Jumat (10/8).

Selama 12 bulan terakhir, indeks semua item naik 2,9 persen sebelum penyesuaian secara musiman.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,89 persen menjadi 96,359 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke 1,1397 dolar AS dari 1,1541 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2760 dolar AS dari 1,2845 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7289 dolar AS dari 0,7384 dolar AS.

Dolar AS dibeli 110,61 yen Jepang, lebih rendah dari 111,02 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9948 franc Swiss dari 0,9930 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3133 dolar Kanada dari 1,3037 dolar Kanada. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar