Pengamat : Integrasikan kereta api bandara dengan angkuta umum agar lebih berkembang

id diskusi

Kadivre PT KAI Sumbar Yuherman saat memberikan paparan, Jumat (10/8). (Miko Elfisha)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Pengamat transportasi Universitas Andalas (Unand) Padang, Yossyafra, ST. M.Eng.Sc, PhD menilai tingkat keterisian atau okupansi kereta api bandara Minangkabau akan lebih baik jika stasiun terintegrasi dengan angkutan umum.

"Sekarang dalam satu kali perjalanan keterisian kereta api bandara Minangkabau hanya sekitar 80 orang dari kapasitas 393 orang. Itu sebagian besar disebabkan stasiun tidak terintegrasi dengan angkutan umum lain," katanya di Padang, Jumat.
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri. (Miko Elfisha)


Ia mengatakan itu dalam Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Penyelenggaraan Kereta Api Perintis Minangkabau Ekspress di Hotel Inna Muara, Padang.

Menurutnya PT. KAI sebagai operator harus mulai memikirkan cara untuk bisa mengkoneksikan stasiun kereta api dengan angkutan umum lainnya, baik angkot mapun trans padang.

Selain itu perlu menambah jumlah stasiun perhentian kereta agar akses untuk naik semakin banyak sehingga masyarakat tertarik untuk menggunakan moda transportasi itu.

"Hasil survei daring yang kami lakukan, jarak antara tempat tinggal dengan stasiun kereta api menjadi salah satu alasan kurangnya minat masyarakat untuk menggunakan kereta api," katanya.

Jadwal keberangkatan kereta api menurut dia juga berpengaruh terhadap keterisian kereta api.

Masyarakat yang akan ke BIM atau dari BIM ke pusa kota, tidak akan mau menunggu lama untuk mendapatkan angkutan. Jadwal yang ada saat ini belum memenuhi kebutuhan.

Ia optimis jika tiga persoalan itu bisa diatasi, kereta api bendara di Sumbar akan lebih diminati.

Apalagi secara kualitas, kereta api bandara di Sumbar sudah cukup baik dan nyaman bagi pengguna.

Harga tiket yang ditawarkan juga termasuk sangat murah yaitu Rp10 ribu dari stasiun Simpang Haru hingga Bandara Internasional Minangkabau.

Sementara itu Kepala PT KAI Divre Sumbar Yuherman mengakui jadwal kereta api bandara saat ini masih 10 kali jalan masing-masing lima kali ke BIM dan lima kali dari BIM.

Jadwalnya menyesuaikan dengan jam kedatangan pesawat dengan okupansi terbanyak.

Namun keterisian kereta api harus diakui belum maksimal.

Data PT KAI Sumbar pada Mei jumlah penumpang mencapai 1.841 per hari, saat itu, tarif masih gratis.

Jumlah itu menurun pada Juni menjadi 884 orang per hari. Pada Juli kembali menurun jadi 719 orang dan pada Agustus 494 orang per hari.

Acara diskusi itu dibuka oleh Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri.

Dalam pembukaan ia mengatakan potensi kereta api bandara di Sumbar cukup bagus dan akan terus dibenahi agar menjadi moda transportasi yang nyaman bagi masyarakat.

Ia berharap diskusi akan menghasilkan ide bernas untuk pengembangan kereta api bandara.

Ikut hadir dalam acara Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta Yurianto. ***1***
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar