PKK Pesisir Selatan gandeng donatur maksimalkan program bedah rumah

id bedah rumah

Ketua TP PKK Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni bersama salah seorang penerima bantuan bedah rumah di Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir. (Antara Sumbar/Didi Someldi Putra)

Semakin banyak donatur yang ikut serta tentu akan semakin banyak rumah yang tidak layak huni dibedah, sepanjang tahun ini melalui program yang kami galakkan sekitar lebih kurang 250 unit rumah telah direhabilitasi
Painan, (Antaranews Sumbar) - Ketua TP PKK Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Lisda Hendrajoni memaksimalkan program bedah rumah dengan menggandeng donatur baik dalam maupun luar daerah.

"Program bedah rumah merupakan unggulan kami, dan akan terus dimaksimalkan dengan menggandeng donatur, kami bersyukur pada pekan kemarin salah seorang pengusaha siap untuk merehabilitasi 10 unit rumah di Pesisir Selatan," katanya di Painan, Kamis.

Kedepan pihaknya akan terus menginformasikan kegiatan sosial ini dengan harapan semakin banyak donatur yang ikut berperan.

"Semakin banyak donatur yang ikut serta tentu akan semakin banyak rumah yang tidak layak huni dibedah, sepanjang tahun ini melalui program yang kami galakkan sekitar lebih kurang 250 unit rumah telah direhabilitasi," katanya lagi.

Ia mengungkapkan program bedah rumah yang digalakkan di daerah itu tidak hanya dilakukan pihaknya namun juga dilakukan pemerintah kabupaten hingga kementerian.

Bahkan bupati secara khusus menginstruksikan para wali nagari agar menggunakan dana yang ada di setiap nagari untuk merehabilitasi rumah tidak layak sebanyak tiga unit rumah per tahun.

Sementara sebutnya khusus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah merehabilitasi 1.515 unit rumah tidak layak huni di daerah itu sepanjang 2018.

"Sebelumnya pusat merehabilitasi sebanyak 1.035 unit rumah tidak layak huni dan selanjutnya kembali merehabilitasi 480 unit rumah tidak layak huni," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Pesisir Selatan, Mukhridal menyebutkan pada daerah setempat terdapat rumah tidak layak huni sebanyak 6.387 unit.

Rumah tidak layak huni terbanyak terdapat di Kecamatan Ranah Pesisir yang berjumlah 904 unit, selanjutnya disusul Kecamatan Sutera yang berjumlah 783 unit. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar