Tiga tiang pancang utama dermaga terapung rusak, Pariaman segera datangkan ahli

id dermaga terapung

Dermaga terapung di Pariaman yang rusak akibat dihempas  gelombang tinggi beberapa waktu lalu. (foto BPBD Pariaman)

Segera kami panggil karena ini dipertanyakan, serah terima dermaga terapung pada 1 Februari namun sudah rusak parah 4 Agustus 2018
Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, segera mendatangkan tenaga ahli dari Balai Wilayah Sungai Sumatera I untuk memperbaiki dermaga terapung yang rusak akibat dihempas gelombang tinggi beberapa waktu lalu.

"Tenaga ahli kita datangkan untuk mengkaji sejauh mana kekuatan konstruksi bangunan dermaga terapung di bibir Pantai Gandoriah tersebut, apakah ada unsur kekurangan material pada bangunan sehingga mengalami kerusakan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan dan Perumahan Rakyat Kota Pariaman, Zamzami di Pariaman, Rabu.

Ia mengatakan akibat kerusakan tiga tiang pancang utama tersebut pemberangkatan calon wisatawan ke Pulau Angso Duo tidak bisa dilaksanakan hingga waktu yang belum ditentukan.

Padahal kata dia, bangunan yang dikerjakan pada Juni 2017 tersebut baru serah terima antara rekanan dengan pemerintah daerah pada 1 Februari 2018.

Namun ujar dia, berdasarkan koordinasi dinas terkait dengan pihak rekanan mengaku akan bertanggung jawab penuh atas kerusakan tersebut dan segera memperbaikinya.

Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Kota Pariaman Feri Andri mengatakan pembangunan dermaga terapung tersebut menghabiskan biaya mencapai Rp5,7 miliar yang bersumberkan APBD.

Terkait kerusakan tiga tiang pancang utama tersebut ujarnya, diduga akibat pengaruh cuaca buruk dan gelombang tinggi yang melanda daerah itu beberapa waktu terakhir.

Masing-masing tiang pancang katanya, memiliki panjang 23 meter yang ditancapkan ke dasar bibir Pantai Gandoriah. Untuk kapasitas dermaga tersebut mampu menampung enam unit kapal, tiga di bagian kiri dan tiga di sebelah kanan.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman, Syafinal Akbar mengatakan segera memanggil dinas terkait untuk meminta keterangan terkait kerusakan dermaga yang baru saja dibangun tersebut.

"Segera kami panggil karena ini dipertanyakan, serah terima dermaga terapung pada 1 Februari namun sudah rusak parah 4 Agustus 2018," katanya.

Pihaknya juga mempertanyakan apakah material yang digunakan dalam pembangunan tersebut sudah sesuai dengan volume yang tercantum.

"Perencanaan pembangunan dermaga terapung ini juga menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab oleh pihak rekanan dan dinas terkait," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar