Pastikan layak disembelih, Pemkab Agam periksa hewan kurban dua kali

id Hewan Kurban,Pemeriksaan Hewan Kurban

Ilustrasi - ( ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membentuk tim pemeriksaan kesehatan hewan kurban dalam melindungi masyarakat dari dampak penyakit yang diidap hewan tersebut. Pemeriksaan hewan kurban dilakukan dua kali.

Pelaksana harian Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu di Lubukbasung, Rabu, mengatakan, tim yang berjumlah 40 orang yang berasal dari tujuh dokter hewan dan 33 petugas kesehatan akan memeriksa kesehatan hewan kurban dua kali yakni, sebelum dan sesudah penyembelihan.

Pemeriksaan sebelum penyembelihan dilakukan di pedagang pengumpul, pasar ternak, mushala dan masjid. Pemeriksaan itu untuk melihat apakah sapi ini sudah cukup usia, sehat dan lainnya.

Sementara setelah penyembelihan dilakukan di mushala dan masjid untuk melihat organ dalam pada ternak itu.

"Apabila rusak, organ dalam ternak itu akan kita ambil dan dibuang," tegasnya.

Pembentukan tim ini untuk melindungi masyarakat setempat dari penyakit Jembrana, amstrak dan lainnya.

Namun keterbatasan anggota, pihaknya berharap peran aktif dari pengurus dan panitia kurban untuk melaporkan ke petugas apabila menemukan sapi sakit.

Ini mengingat bahwa jumlah anggota tim 40 orang, sementara wilayah Agam cukup luas.

"Segera laporkan kepada petugas apabila menemukan hewan kurban yang sakit, agar diperiksa kesehatannya," katanya.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Membangun Bersama Membela Bangsa Agam, Lukman memberikan apresiasi kepada dinas terkait yang telah membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

Dengan cara itu, seluruh hewan kurban yang dipotong di daerah itu dalam keadaan sehat dan masyarakat yang mengkonsumsi terhindar dari penyakit.

"Kita berharap pengawasan ini ditingkatkan dalam melindungi masyarakat dari penyakit," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar