Kemenpupera rehabilitasi 303 rumah tak layak huni di Pariaman

id Indra Sakti,rumah tidak layak huni,keluarga miskin di pariaman

Rumah tak layak huni.

Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membantu merehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) bagi 303 Kepala Keluarga di Kota Pariaman, Sumatera Barat, dengan anggaran sebesar Rp4,4 miliar pada 2018.

"Bantuan ini akan diperuntukkan bagi 303 Kepala Keluarga yang memiliki rumah tidak layak huni dan tersebar di empat kecamatan," kata Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Indra Sakti di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan bantuan yang diberikan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah pusat yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk mengentaskan kemiskinan.

"Kemiskinan merupakan masalah secara nasional yang perlu dicarikan solusi secara bersama, salah satu upaya penanggulangan dengan merehabilitasi tempat tinggalnya mereka agar layak huni," kata dia.

Namun bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat tersebut hanya bersifat stimulus kepada masyarakat untuk memotivasi sehingga bisa keluar dari garis kemiskinan.

Selain adanya bantuan dari pemerintah pusat ujarnya, pemerintah daerah juga mengucurkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp4,8 miliar pada 2018.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Pariaman, Rismen mengatakan khusus bantuan dari pihak kementerian masing-masing kepala keluarga menerima Rp15 juta.

Sedangkan bantuan yang bersumberkan APBD memiliki nilai yang berbeda-beda dengan rincian pembangunan baru Rp30 juta, rusak berat Rp15 juta dan rusak sedang Rp10 juta.

Secara keseluruhan terdapat sekitar 1.500 rumah kategori tidak layak huni di daerah itu, namun sekitar 1.000 lebih sudah dan sedang direhabilitasi oleh pemerintah.

Pihaknya berharap dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah, persoalan kemiskinan mampu ditekan di Kota Pariaman.

Selain itu ia juga mengimbau bagi masyarakat penerima bantuan agar memanfaatkan dana tersebut sesuai peruntukan, karena apabila ada oknum penerima yang bermain maka tahap selanjutnya tidak diberikan lagi. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar