BPBD Padang Pariaman kirimkan tenda untuk evakuasi korban banjir Kayu Tanam (Video)

id banjir kayu tanam

Warga tengah membongkar rumahnya agar tidak menimbulkan banyak kerugian akibat banjir bandang yang menimpa Nagari Anduriang Kecamatan 2x11  Kayu Tanam,  Padang Pariaman,  Sumbar,  Selasa (7/8). (ANTARA SUMBAR/ Aadiaat M. S)

Kami sudah mengirimkan delapan tenda setelah adanya permintaan dari wali nagari (kepala desa adat) setempat
Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengirimkan delapan tenda untuk evakuasi para korban banjir bandang di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam yang terjadi pada Selasa sekitar pukul 03.00 Wib.

"Kami sudah mengirimkan delapan tenda setelah adanya permintaan dari wali nagari (kepala desa adat) setempat," kata Sekretaris BPBD Padang Pariaman, Yasrum Ajis di Parit Malintang, Selasa.

Tenda ini akan digunakan sebagai tempat evakuasi para warga yang rumahnya masih terendam air, atau rusak dan hanyut oleh banjir bandang.

Sementara Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho menyebutkan sebanyak enam rumah dan satu mushala di Nagari Anduriang rusak akibat banjir bandang tersebut.

"Namun tidak ada korban jiwa," katanya.

Ia menyebutkan para pemilik rumah yang rusak antara lain Sison (50), Dayang (40), Mus Mulyadi (40), Mustapa (40), Ani (60), dan Piek Ami (61).

Selain menghanyutkan enam rumah dan satu mushala, banjir bandang juga merendam sekitar lima hektare sawah.

Salah seorang korban Mulyadi mengatakan ia mulai mengungsikan peralatan rumahya sekitar pukul 02.30 WIB.

Peralatan tersebut dititipkan di rumah warga yang lokasinya lebih aman.

Ia mengaku memiliki keluarga lain, namun lokasi rumahnya jauh sehingga sulit membawa barang yang banyak.

Beberapa warga yang rumahnya tidak terdampak banjir juga ikut mengungsi karena rumahnya berdekatan dengan sungai yang luapannya seringkali tiba-tiba besar. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar