Padat karya infrastruktur buka lapangan pekerjaan, kata legislator

id Padat Karya,Muhammad Iqbal,Lapangan Kerja

Anggota Komisi IX Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kependudukan, Kesehatan DPR RI, Muhammad Iqba, sedang meninjau program padat karya infrastruktur di Alai, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Senin (6/8). (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Lubukbasung, Sumbar, 6/8 (Antara) - Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal, mengatakan program padat karya infrastruktur dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga dalam membangun nagari atau desa adat.

"Program ini bisa membuka lapangan pekerjaan bagi ratusan warga dan infrastruktur di nagari itu bisa terbuka," katanya saat meninjau program padat karya infrastruktur dalam pembukaan jalan baru di Alai, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjungraya, Agam, Senin.

Ia mengatakan, padat karya infrastruktur itu merupakan program dari Kementerian Tenaga Kerja yang bekerja sama dengan Komisi IX DPR-RI.

Semangat program itu bagaimana untuk memberdayakan masyarakat dalam membuka peluang kerja dan bagaimana bisa membuka akses jalan.

Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah pusat untuk bisa meningkatkan program ini pada tahun depan.

"Dengan cara itu, maka infrastruktur di nagari bisa meningkatkan dan manfaat bisa dirasakan masyarakat setempat dalam meningkatkan ekonomi mereka, karena jalan itu bisa dimanfaatkan untuk membawa hasil perkebunan," katanya.

Di Agam, tambah politisi PPP itu, program padat karya infrastruktur sebanyak lima titik yang tersebar di Kecamatan Tanjungraya, Lubukbasung dan lainnya.

Program itu telah dimulai dan berjalan dengan baik.

"Mudah-mudahan jalan ini bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Wali Jorong Tanjung Alai, Tasri Syahnur menambahkan, program ini melibatkan 85 orang setiap hari dan pekerjaan jalan dengan panjang sekitar satu kilometer itu semenjak Kamis (2/8).

"Pembukaan jalan ini selama 12 hari dan saat ini bobot pekerjaan sekitar 40 persen," katanya.

Dana untuk buka jalan baru ini sebesar Rp117 juta. Dana ini digunakan untuk upah dan membeli bahan.

Keberadaan jalan tersebut sangat bermanfaat bagi warga untuk membawa hasil perkebunan kakau, durian dan lainnya.

"Selama ini hasil perkebunan hanya dibawa dengan cara dipikul," katanya. ***4***
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar