Kunjungan wisatawan ke Sumbar pada Juni 2018 naik 51,53 persen

id pariwisata

Sejumlah wisatawan asing bermain long board dan berselancar di ombak lances right Desa Bosua, Pulau Sipora, Mentawai, Sumbar, Selasa (29/5). Ombak besar dan pasir putih merupakan salah satu icon pariwisata yang terkenal dan dicari para wisatawan asing untuk berselancar di Kepulauan Mentawai itu. (ANTARA SUMBAR/Adi Prima/Maril/18)

Berdasarkan survei yang dilakukan 58 persen wisatawan menilai alam Sumbar memang indah dan sesuai dengan harapan mereka sebelum berkunjung
Padang, (Antaranews Sumbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi itu pada Juni 2018 mencapai 4.549 orang atau naik cukup siginifikan 51,53 persen dibanding Mei 2018 yang tercatat hanya 3.002 orang.

"Setelah pada bulan sebelumnya sempat turun karena bertepatan dengan Ramadhan pada Juni kunjungan wisawatan ke Sumbar mulai meningkat," kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Senin.

Ia menyebutkan kunjungan wisatawan asing pada Juni 2018 memberikan kontribusi sebesar 0,35 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 1.318.028 orang,"

Ia mengatakan pada Juni 2018 kunjungan masih didominasi oleh wisatawan asal Malaysia sebanyak 3.610 orang, Australia 395 orang, dan Amerika Serikat 75 orang.

Kemudian, Inggris 41 orang, Perancis 38 orang, Singapura 33 orang, Tiongkok 28 orang, Jerman 28 orang, India 22 orang, Jepang 15 orang dan lainnya 264 orang.

Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah mereka yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau, jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan maka akan di data di bandara kedatangan.

Sebelumnya hasil penelitian yang dilakukan Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi (PKSBE) Universitas Negeri Padang menemukan sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat mengakui daerah ini memiliki daya tarik berupa alam yang indah.

"Berdasarkan survei yang dilakukan 58 persen wisatawan menilai alam Sumbar memang indah dan sesuai dengan harapan mereka sebelum berkunjung," kata Peneliti PKSBE UNP Doni Satria.

Menurutnya tidak ada yang membantah alam Sumbar indah dan hal itu menjadi salah satu daya tarik dan potensi wisata.

Akan tetapi pada sisi lain dari survei tersebut terungkap sebagian besar wisatawan menilai fasilitas ibadah dan toilet yang ada di objek wisata tidak memadai.

"Hampir sebagian besar wisatawan tidak puas dengan fasilitas rumah ibadah dan toilet, padahal dua aspek tersebut dinilai penting oleh pengunjung," katanya.

Ia mengatakan survei dilakukan bukan pada musim liburan, bisa dibayangkan kalau survei saat sedang padatnya seperti apa kepuasaan wisatawan terhadap infrastruktur penunjang.

Belum lagi kalau jalur Padang-Bukittinggi macet hingga delapan jam, jadi masalah pariwisata Sumbar itu ada pada infrastruktur, ujarnya.

Kemudian pada sisi lain ia menemukan ketersediaan pusat informasi wisata kurang lengkap padahal itu penting bagi wisatawan. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar