Genius berharap ulama ikut andil dalam imunisasi

id vaksin

Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar. (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar)

Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat berharap para ulama dan tokoh agama di daerah itu ikut andil dalam membantu memberikan penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat dalam pelaksanan imunisasi Measles Rubella (MR).

"Peran pemuka agama diharapkan dalam hal ini terlibat dengan tujuan menjelaskan kepada masyarakat dari segi ilmu Agama Islam," kata Wakil Wali Kota Pariaman, Genius Umar, di Pariaman, Minggu.

Menurut dia, para pemuka agama dapat menjelaskan secara hukum islam terkait wajib atau mubah melakukan vaksin rubella kepada anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun.

"Bahkan ketika tidak melakukan imunisasi dapat menyebabkan kematian maka hal itu bisa menjadi wajib, oleh karena itu saya rasa peran ulama atau tokoh agama penting dalam hal ini," katanya.

Selain meminta peran pemuka agama setempat, pihaknya juga mendorong dan meminta para tenaga pendidik dalam memberikan pemahaman kepada wali murid, dan peserta didik tentang pentingnya melakukan vaksin rubella.

Menurutnya, dalam melaksanakan program imunisasi campak dan rubella secara nasional tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja, perlu dukungan penuh dari segala elemen masyarakat.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar menyarankan imunisasi MR ditunda hingga ada kejelasan mengenai kehalalan bahan dasar pembuatan vaksinnya.

Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar mengatakan telah menyurati MUI pusat yang intinya tidak menyetujui vaksinasi MR sampai keluarnya sertifikat halal dan merekomendasikan penundaan imunisasi hingga ada kejelasan.

Hal itu dilakukan untuk menghilangkan keraguan dan kebingungan di tengah-tengah umat terkait program imunisasi yang dilakukan pemerintah selama Agustus dan September 2018.

Penolakan terhadap imunisasi MR makin meluas di tengah masyarakat karena informasi yang simpang-siur terutama di media sosial terkait bahan yang tidak halal hingga efek samping yang menakutkan.

Meski Dinas Kesehatan bersama sejumlah organisasi terkait telah berupaya memberikan pemahaman dan sosialisasi terkait pentingnya imunisasi dan bahaya campak serta rubella yang bisa menyebabkan kematian, tetapi keraguan belum bisa sepenuhnya diatasi.

Di Sumbar, Pemerintah Kabupaten Pasaman telah memutuskan menghentikan sementara imunisasi MR pada anak. Keputusan itu diambil berdasarkan rekomendasi dari MUI setempat.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar