Longsor di Sungai Limau, jalan Padang Pariaman-Agam tak bisa dilewati (video)

id longsor

Material longsor menimbun jalan di yang menghubungkan Kecamatan Sungai Limau Padang Pariaman, Sumbar ke Kecamatan Sungai Geringging bahkan Kabupaten Agam, Minggu (5/8). ANTARA SUMBAR/ Aadiaat M. S.

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Longsor yang terjadi di Kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat pada Minggu pagi menimbun jalan yang menghubungkan Padang Pariaman menuju Kabupaten Agam.

Akibat longsor tersebut, jalan provinsi itu tidak bisa dilewati baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua karena dipenuhi material tanah.

Salah seorang warga setempat, Aji Jurahman (33) mengatakan longsor tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.

"Padahal sebelumnya warga masih bisa melewatinya," kata dia di Sungai Limau.

Selain menutup jalan, longsor tersebut juga menumbangkan satu tiang listrik sehingga memadamkan listrik di Kecamatan Sungai Geringging.

Ia mengatakan karena aliran sungai masih deras maka tidak ada jalan alternatif terdekat guna menghindar dari dampak longsor tersebut.

"Bahkan sebuah komunitas sedang berkemah di Batang Sungai Limau ikut mengungsi," ujarnya.

Jalan alternatif yang dapat dilewati untuk menghindari longsor tersebut yaitu Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, lalu Kampuang Dadok Nagari Kuranji Hulu, dan Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu.

Meskipun tidak ada korban jiwa namun dapur rumah di dekat lokasi ditimbun longsor tersebut.

"Saya masih takut kembali ke rumah karena hujan masih mengguyur, takutnya longsor lagi," kata korban yang rumahnya terdampak longsor, Ratnawilis (32).

Ia berharap pihak terkait segera membersihkan material longsor dan memasang beton penahan longsor khususnya untuk tiang listrik tegangan tinggi yang berada di belakang rumahnya.

Apalagi lokasi tiang tersebut terletak di puncak bukit di mana lokasi longsor itu berada, ujar dia.

"Apabila tidak segera maka manara ini akan roboh dan menimpa rumah warga," tambahnya.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar